Kaifiat Sholat Jenazah dan Doa Khusus Jenazah Bayi atau Anak-anak. Menshalatkan merupakan bagian dari serangkaian kewajiban orang hidup terhadap orang yang telah meninggal. Sebagaimana diketahui, praktiknya terdiri dari empat takbir. 1. Takbir pertama membaca surat al-Fatihah 2. Takbir kedua membaca shalawat 3. Takbir ketiga dan keempat mendoakan dan memohonkan ampunan baginya (si mayit). Hanya saja ada perbedaan bila yang dishalatkan merupakan jenazah janin yang keguguran yang sudah bernyawa, jenazah bayi, atau jenazah anak-anak yang belum dewasa (Akil baligh). Terlebih, jenazah anak-anak yang meninggal sebelum taklif/mukallaf adalah suatu keistimewaan sebab termasuk akan menjadi simpanan kebaikan dan pemberi syafaat bagi kedua orang tuanya kelak di akhirat. Dimulai dari niat shalatnya. Jika biasanya menggunakan niat: أُصَلِّى عَلَى هَذَا الْمَيِّتِ/هَذِهِ الْمَيِّتَةِ أَرْبَعَ تَكْبِيْرَات فَرْضَ الْكِفَايَةِ للهِ تَعَالَى Artinya...
Di dalam Al-Qur’an dinyatakan beberapa pernyataan terkait dengan kata "kalimah" diantarany: (1) Isa adalah ‘kalimah’ dari Allah yang diberikan kepada Siti Maryamterdapat dalam (QS Ali Imran: 45); (2) Pernyataan bahwa Isa adalah ‘kalimah Allah’ ada dalam (QS An-Nisa’: 171); dan (3) Isa adalah ‘ruh dari Allah’ (QS An-Nisa’: 171). Di samping itu pula , Al-Qur’an juga telah menegaskan sisi manusiawi Nabu Isa as. Sebagaiamana disebut dalam QS Ali Imran ayat 59 sebagai berikut: اِنَّ مَثَلَ عِيْسٰى عِنْدَ اللّٰهِ كَمَثَلِ اٰدَمَ ۗ خَلَقَهٗ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ Artinya, “Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: ‘Jadilah (seorang manusia)!’ Maka jadilah dia.” Pada dasarnya pernyataan yang terdapat dalam QS Ali Imran: 59 ini merupakan penegasan tentang siai kemanusiawian Isa Al-Masih. H...