Langsung ke konten utama

Kaifiat Sholat Jenazah dan Doa Khusus Jenazah Bayi atau Anak-anak.

Kaifiat Sholat Jenazah dan Doa Khusus Jenazah  Bayi atau Anak-anak.

Menshalatkan merupakan bagian dari serangkaian kewajiban orang hidup terhadap orang yang telah meninggal. Sebagaimana diketahui, praktiknya terdiri dari empat takbir.

1.  Takbir pertama membaca surat al-Fatihah

2.  Takbir kedua membaca shalawat

3.  Takbir ketiga dan keempat mendoakan dan memohonkan ampunan baginya (si mayit).

Hanya saja ada  perbedaan bila yang dishalatkan merupakan  jenazah janin yang keguguran yang sudah bernyawa, jenazah bayi, atau jenazah anak-anak yang belum dewasa (Akil baligh). Terlebih, jenazah anak-anak yang meninggal sebelum taklif/mukallaf adalah suatu keistimewaan sebab termasuk akan menjadi simpanan kebaikan dan  pemberi syafaat bagi kedua orang tuanya kelak di akhirat.

Dimulai dari niat shalatnya. 

Jika biasanya menggunakan niat:

  أُصَلِّى عَلَى هَذَا الْمَيِّتِ/هَذِهِ الْمَيِّتَةِ أَرْبَعَ تَكْبِيْرَات فَرْضَ الْكِفَايَةِ للهِ تَعَالَى

Artinya, “Saya berniat menshalati mayat ini sebanyak empat kali takbir sebagai fardhu kifayah karena Allah.  

Maka niat shalat jenazah bayi atau jenazah anak-anak ditambahkan menjadi: 

أُصَلِّى عَلَى هَذَا الْمَيِّتِ اَلطِّفْلِ/هَذِهِ الْمَيِّتَةِ الطِّفْلَةِ أَرْبَعَ تَكْبِيْرَات فَرْضَ الْكِفَايَةِ للهِ تَعَالَ

Artinya, “Aku berniat menshalatimayat anak ini sebanyak empat takbir sebagai fardhu kifayah karena Allah.” 

Kemudian melaksanakan takbir pertama yang dilanjutkan dengan bacaan surat al-Fatihah. Usai membaca surat al-Fatihah, kemudian melaksanakan takbir kedua dilanjutkan dengan bacaan shalawat ibrahimiyyah yang sudah masyhur:   

 اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ 

Selanjutnya takbir ketiga dilanjutkan dengan bacaan doa. Jika biasanya membaca doa berikut: 

 اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ، وَارْحَمْهُ

Maka doa tersebut ditambahkan atau digantikan dengan doa yang dicontohkan Rasulullah saw., sebagaimana yang diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dari Abu Hurairah. (Lihat: al-Imam an-Nawawi, Raudhatut-Thalibin, jilid II, halaman 127; lihat pula: Syarh al-Muhadzdzab, jilid V, halaman 238).   

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا وَصَغِيرِنَا وَكَبِيرِنَا وَذَكَرِنَا وَأُنْثَانَا اللَّهُمَّ مَنْ أَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَأَحْيِهِ عَلَى الْإِسْلَامِ وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى الْإِيمَانِ. 

Artinya, “Ya Allah, ampunilah orang hidup di antara kami, orang yang meninggal di antara kami, orang yang hadir di antara kami, orang yang tidak hadir di antara kami, anak kecil di antara kami, orang dewasa di antara kami, kaum laki-laki di antara kami dan kaum perempuan di antara kami. Ya Allah, siapa saja yang Kau hidupkan di antara kami, maka hidupkanlah dalam keadaan beragama Islam dan siapa saja yang Kauwafatkan di antara kami, maka wafatkanlah dalam keadaan beriman.” 

Selanjutnya ditambahkan doa berikut:  

اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ فَرَطًا لِأَبَوَيْهِ وَسَلَفًا وَذُخْرًا وَعِظَةً وَاعْتِبَارًا وَشَفِيعًا وَثَقِّلْ بِهِ مَوَازِينَهُمَا وَأَفْرِغْ الصَّبْرَ عَلَى قُلُوبِهِمَا، وَلَا تَفْتِنْهُمَا بَعْدَهُ وَلَا تَحْرِمْهُمَا أَجْرَهُ.

Artinya, “Ya Allah, jadikanlah anak ini sebagai pendahulu dan pelopor kedua orang tuanya, juga sebagai simpanan, dan nasihat, serta menjadi pelajaran dan pemberi syafaat kelak bagi keduanya. Dengannya, beratkan timbangan amal kedua orang tuanya, curahkan kesabaran ke dalam hati keduanya, jangan jadikan fitnah kepada keduanya setelah kematiannya, jangan halangi keduanya dari pahalanya.”

 (Lihat: Imam An-Nawawi, Raudhatut-Thalibin, jilid II, halaman 127). 

Setelah itu melaksanakan takbir keempat dilanjutkan dengan doa mayit yang sudah masyhur di kalangan kaum Muslimin, yaitu:

 اللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلَا تَفْتِنَّا بَعْدَهُ 

Terakhir, shalat jenazah ditutup dengan salam. Selain dalam shalat jenazah, doa khusus jenazah anak ini juga tidak ada salahnya jika diperbanyak di luar shalat jenazah. 

Wallahu a’lam! 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Khutbah Jum'at | Islam Mengangkat Harkat & Martabat Kaum Wanita

 الحمد لله الذى أعد للمؤمنين والمؤمنات جنات  تجرى من تحتها الانهار أحمده سبحان الله تعالى وأشكره على نعمه الغزار, وأشهد أن لااله الا الله وحده لاشريك له الملك العزيز الغفار, وأشهد أن سيدنا ونبينا محمدا عبده ورسوله المختار, اللهم صل وسلم وبارك على عبدك ورسولك محمد نور الانوار وسر الاسرار وعلى اله الأبرار واصحابه الاخيار ومن تبعهم باحسان الى يوم القرار. اما بعد.فيامعاشر المسلمين رحمكم الله أوصيكم ونفسى بتقوى الله وقد فاز المتقون واحثكم على طاعته لعلكم تفلحون Ma'asyiaral Muslimin Rahimakumullah Marilah kita bersama-sama meningkatkan ketaqwaan kepada Allah swt. diantara bukti ketaqwaan itu adalah meniti ridha orang tua. Terutama ibu sebagai wanita yang telah bersusah payah melahirkan dan membesarkan kita. bukankah ridha Allah swt tergantung pada ridhanya? Dengan kata lain menghormati orang tua merupakan salah satu artikulasi ketaqwaan seorang hamba kepada-Nya. Ma'asyiaral Muslimin Rahimakumullah Surga di bawah telapak kaki ibu, al-jannatu tahta aqdamil ummahati. Begitulah Rasulul...

Doa Tahlil atau Doa Arwah

Ada berbagai macam bentuk susunan do'a arwah. Namun penulis ingin menuliskan di sini cuma satu bentuk saja agar mudah di hafal dan di amalkan ketika di butuhkan pada acara tahlilan maupun pada saat tertentu di saat kita ingin mendo'akan keluarga, kerabat dan sahabat kita yang telah meninggal dunia. Doa tahlil atau doa arwah ini berisi permohonan agar Allah menerima semua bacaan Al-Qur’an dan zikir tahlil sebagai tambahan amal kebaikan bagi ruh/arwah orang yang meninggal yang didoakan. Doa ini juga terdiri atas permohonan ampunan dan rahmat-Nya untuk arwah ahli kubur. Inilah do'anya : اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنْ الرَّحِيْمِ. الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدَ الشَّاكِرِيْنَ حَمْدَ النَّاعِمِيْنَ حَمْدًا يُّوَافِى نِعَمَهُ وَيُكَافِىءُ مَزِيْدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ. سُبْحَانَكَ لَا نُحْصِى ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ، فَلَكَ ال...

Kisah Sahabat Nabi SAW | Sang Raja Di Surga

Di dalam suatu majelis pengajaran, tiba-tiba Rasulullah SAW bersabda, "Besok pagi akan ada seorang ahli surga yang bersembahyang bersama kamu!!" Abu Hurairah, yang meriwayatkan hadits ini, berkata dalam hati,"Aku berharap, akulah yang ditunjuk oleh beliau….!" Waktu subuh esok harinya, Abu Hurairah shalat di belakang beliau.  Ia tetap tinggal di tempatnya ketika beberapa orang pamit untuk pulang. Tiba-tiba ada seorang hamba/budak hitam berpakaian compang-camping datang mendekat dan menjabat tangan Rasulullah SAW, ia berkata, "Ya Nabiyallah, doakanlah aku semoga aku mati syahid!!" Rasulullah SAW memenuhi permintaan orang tersebut.  Sementara beliau berdoa, tercium bau kesturi dari tubuhnya yang kelihatan kumuh dan kotor.Setelah ora ng itu berlalu, Abu Hurairah bertanya, "Apakah  orang itu (yang Engkau maksud), Ya Rasulullah?" "Benar," Kata Nabi SAW, "Ia hamba sahaya dari Bani Fulan…" "Mengapa tidak engkau beli dan engkau me...