Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Artikel Islami

Ingin Kaya? Ini Kuncinya!

R utinkan untuk bersedakah setiap hari. Matematika adalah ilmu pasti tapi ada yang lebih pasti yaitu sedekah/zakat yang dikembalikan minimal 10 x lipat dari yang kita keluarkan. Kalau jaman orde baru ada LOTRE /PORKAS, jika kita pasang Rp 1000: • Tepat 2 nomor dapat Rp. 60.000, • Tepat 3 nomor dapat Rp. 400.000, • Tepat 4 nomor dapat Rp. 2.500.000 sebagian dari kita berani bertaruh sampai membeli puluhan kupon bahkan ada yang ratusan kupon tapi hasilnya banyak orang yang melarat karena LOTRE,karena kemungkinannya tepat nomor tersebut 1 banding 1. 000.000, kenapa kita tidak berani bertaruh dengan sesuatu yang pasti,yaitu pasang lotre ke LANGIT yang pasti dapat minimal 10 X. Caranya : • kita memberi sedekah Rp.1000 seminggu kemudian pasti dapat Rp.10.000 : • kita sumbangkan lagi Rp 10.000 dapat Rp.100.000, • kita sumbangkan lagi Rp.100.000 dapat Rp.1.000.000 , • kita sumbangkan lagi Rp.1.000.000 dapat Rp 10.000.000, • kita sumbangkan lagi Rp.10.000.000 dapat Rp.100.000.000 dan seterusnya...

Pentingnya Mencatat Ilmu

 Menulis atau mencatat suatu ilmu lebih-lebih itu adalah ilmu agama sangat penting untuk dilakukan, bayangkan saja jikalau para ulama' terdahulu tidak mencatat atau membukukan ilmu mereka menjadi suatu kitab mungkin ilmu-ilmu agama Islam tidak akan bisa sampai kepada kita sampai pada detik ini.  Umpanya saja  Imam Sayafi'i atau para imam yang lain tidak menulis tentang dasar-dasar ilmu fiqh maka ilmu itu akan lenyap dengan sendirinya tetapi ketika di bukukan atau di tulis menjadi sebuah kitab seperti Al umm, dll. maka ilmu itu bisa kita pelajari saat ini tentunya lewat bimbingan guru-guru kita yang memang ahli di bidang itu.  Terkait dengan masalah mencatat atau menulis ilmu maka sudah seharusnya bagi para thullab/thalibat (penuntut ilmu) untuk mencatat ilmu-ilmu yang mereka terima dari para masyaikh mereka agar tidak hilang dari ingatan. Imam Syafi'i pernah berkata:  قَالَ اْلإِمَامُ الشَّافِعِيُّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ”‎ العِلْمُ صَيْدٌ وَاْلكِتَابَةُ قَيْدُهُ ق...

Islam Adalah Agama Yang Mengajarkan Tentang Keselamatan & Kedamaian

Islam sangat menganjurkan umatnya untuk mewujudkan perdamaian di dunia ini. Bahkan, perdamaian itu merupakan sebagian dari pokok keberagamaan umat. Iman sebagai inti dari agama mengandung tiga pengertian, yakni : 1.al-iman (percaya kepada keesaan Allah), 2.al-amanah (sikap jujur), dan 3.al-aman (menghadirkan keamanan dan kedamaian). Orang yang menyatakan beriman kepada Allah dituntut mampu melaksanakan tiga makna tersebut, yaitu: percaya, jujur, dan damai. Orang beriman yang hanya percaya kepada Allah namun tidak bersikap jujur dan malah berbuat kerusakan dan kekerasan berarti keimanannya tidak sempurna. Perdamaian dan kedamaian itu dapat berhasil apabila dimulai dari pribadi masing-masing. Ibda’ bi nafsik (mulailah dari dirimu sendiri), demikian sabda Nabi. Memulai perdamaian dari diri sendiri berarti harus mampu menghadirkan kedamaian dalam jiwa dan menjauhkannya dari kerusakan dan kehancuran Diri kita pun harus dipenuhi hak-haknya, hak jasmani dan ruhani, serta harus dijauhkan dari...

Keutamaan Berfikir

Berpikir merupakan salah satu aktifitas yang dianjurkan oleh Islam. Berbagai ayat mengindikasikan hal ini seperti "afala ya’qilun", "afala yatafakkarun" , "afala tubshirun" dan lain-lainnya. Para arif bijaksana mengiyaskan keutamaan berpikir.  Berpikir merupakan salah satu aktifitas yang dianjurkan oleh Islam. Berbagai ayat mengindikasikan hal ini seperti  afala ya’qilun, afala yatafakkarun, afala tubshirun  dan masih banyak lagi lainnya. dalam salah satu haditsnya Rasulullah saw pernah bersabda:   " Berpikir sesa’at lebih baik dari pada beribadah selama enam puluh tahun." Para arif bijaksana mengqiyaskan  keutamaan berpikir dengan bahasa lain الفكرة سراج القلب فاذا ذهبت فلا إضاءة له   bahwa berpikir bagaikan lentera hati, barang siapa yang kehilangan pikiran, maka jadi gelaplah hatinya.  Dalam kitab Nashaihul Ibad dikelompokkan lima objek berpikir yang akan membawa pada lima kebaika  Pertama:  ( فكرة فى ايات الله يتولد منها التوحي...

Semua Orang Memiliki Hak Untuk Menuntut Ilmu

Kemiskinan dan mencari ilmu atau belajar kerapkali dipertentangkan. Hanya gara-gara tak punya biaya kemudian mencari ilmu ditinggalkan. Seharusnya tidak demikian. x Apabila membaca sejarah peradaban Islam, maka akan didapati; betapa banyak para ilmuan-ilmuan muslim justru lahir dari kalangan orang-orang miskin dan rakyat jelata. Beberapa nama yang mungkin bisa disebut dalam kesempatan ini, antara lain: Muhammad bin Idris As-Syâfi’î atau biasa dikenal dengan Imam Syâ’fi’i yang menjadi panutan umat Islam Indonesia dan negara lainnya dalam bidang hukum Islam (fikih). Imam Syâfi’î lahir pada tahun 150 H di Ghazzah (Gaza) atau sekarang menjadi salah satu kota di Palestina dan wafat pada tahun 204 H di Mesir. Beliau lahir dari keluarga miskin dan bukan dari keluarga raja atau ulama, namun ketekunannya dalam belajar dapat mengantarkan Asy-Syafi’i menjadi ilmuan besar dan punya banyak karya, antara lain; kitab  Al-Umm  dalam bidang fikih dan  Ar-Risâlah  yang menjelaskan ten...

Kaya Sesuai Cara Nabi Muhammad SAW

  Kaya cara Nabi : a) Tidak boleh menjual barang haram ( Business dengan hati) Dari ‘Amir dari Abdullah bin Nu’man bin Basyir r.a. beliau berkata:” Saya mendengar Rasulallah bersabda,” sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram jelas. Di antara keduanya terdapat perkara-perkara yang subhat (samara-samar) yang tidak diketahui oleh orang banyak. Maka siapa yang takut terhadap subhat berarti dia telah menyelamatkan agamanya dan kehormatannya. Dan siapa yang terjerumus dalam perkara subhat, maka akan terjerumus dalam perkara yang diharamkan. Sebagaimana penggembala yang menggembala hewan gembalaannya di sekitar (ladang) yang dilarang untuk memasukinya, maka lambat laun dia akan memasukinya. Ketahuilah bahwa setiap raja memiliki larangan dan larangan Allah apa yang Dia haramkan. Ketahuilah bahwa dalam diri ini terdapat segumpal daging, jika dia baik maka baiklah seluruh tubuh ini dan jika dia buruk, maka buruklah seluruh tubuh; ketahuilah bahwa dia adalah hati. (HR al-Bukhari dan ...

Pengadilan Tak Memiliki Nilai Apa- Apa Tanpa Keadilan

K.H. Zainuddin MZ (Alm.). Ulama yang merupakan da'i kondang di juluki 'Da'i Berjuta Ummat' itu pernah berkata:  "Dimana-mana banyak pengadilan namun sulit mencari keadilan"  Apa yang dikatakan beliau memang benar adanya. kata adil dalam bahasa Indonesia saat ini seolah  tinggal kenangan. Bagi bangsa ini sekarang kelihatannya adil terkesan ditafsirkan hanya dengan hal mewah dalam realita kehidupan. Popularitas kata adil pada saat ini juga masih jauh berada di bawah kata android, Iphone, Caleg Partai dan lain sebagainya. Begitu pula adanya berbagai lembaga yang berkutat dalam hal putusan dan  keadilan hampir sama sekali tidak dapat memposisikan kata adil sesuai pada tempatnya, bahkan terkesan membelokkan makna adil itu sendiri kearah yang bukan pengertian dan pencerminannya dalam realitas kehidupan. Padahal adil sendiri adalah barang murah, adil tidak perlu dibayar mahal seperti halnya kita membayar emas, perak, permata, berliandll. Kenapa demikian? Karena pote...

Kemajuan Teknologi Informasi & Komunikasi Perlahan Membuat Kita Jauh Dengan Orang Dekat dan Dekat Dengan Orang Jauh

Gambar Bukit Loang Landak Sekotong Barat, Kab. Lombok Barat. Sungguh berbagai kemajuan teknologi itu telah banyak kita gunakan. Bahkan teknologi perlahan telah menggeser posisi tetangga-tetangga kita . Benar, teknologi itu menjadi lebih dekat dengan kita bahkan sebaliknya kita pula dekat dengan teknologi dibandingkan keluarga dan juga tetangga kita. Inilah virus individualitas yang harus segera disadari, kadang kita lebih lama bermain dengan gadget daripada dengan istri, anak, tetangga, sahabat, kerabat dan umumnya orang lain disekitar kita. Ada di singgung dalam Alquran terkait masalah hablumminannas ini. Allah berfirman dalam surah An-Nisa’ 36: وَاعْبُدُواْ اللّهَ وَلاَ تُشْرِكُواْ بِهِ شَيْئاً وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَاناً وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالجَنبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ إِنَّ اللّهَ لاَ يُحِبُّ مَن كَانَ مُخْتَالاً فَخُوراً "Sembahlah Allah dan janganlah kamu m...

Kualitas Lebih Utama daripada Kuantitas

Allah SWT berfirman:  " Bukanlah harta kekayaanmu, dan bukan pula anak keturunanmu itu yang akan mendekatkan kamu ke sisi Kami (Tuhan) sedekat-dekatnya, kecuali orang yang beriman dan beramal saleh. Maka mereka ini, ada bagi mereka pahala berlipat ganda atas apa yang mereka amalkan, dan mereka akan hidup dalam ruang-ruang (di surga) dengan aman sentosa."  (QS. Saba’ [34]: 37). Ketika Al-Qur’an mengontraskan antara banyaknya harta dan keturunan dengan iman dan amal saleh, terungkap pesan bahwa sesungguhnya yang kuantitatif, yakni berupa kekayaan dan keluarga, tidak lebih utama daripada kualitas pribadi seorang hamba yang digambarkan dengan kesadaran berketuhanan dan perbuatan baik (amal shalih). Kitab Suci Alqur'an seolah sedang mengajak kita untuk tidak hanya mempedulikan diri sendiri melainkan juga menebar kemanfaatan kepada yang lain. Al-Qur’an juga sering menggambarkan dengan nada miring sikap hidup yang membanggakan harta kekayaan, tapi juga tak pernah memuji kemiskin...

Berbagai Jenis Cara Datangnya Rezeki

Seringkali orang menafsirkan rezeki itu sebagai hal yang hanya berupa materi entah itu berupa uang dan harta benda lainnya namun jikalau ditinjau secara lebih luas secara makna majazi maka umur yang panjang juga adalah rezeki, selamat dari bahaya adalah rezeki dan mendapat suatu kebaikan  adalah rezeki sebab  logikanya bagaimana mungkin seseorang bisa menikmati uang dan harta bendanya yang banyak kalau ternyata umurnya pendek, bagaimana mungkin dia bisa makan seperti biasa kalau kalau meninggal karena musibah tertentu, maka jangan heran rezeki seringkali dikaitkan dengan umur sebab kalau sudah habis umur seseorang maka habis pula rezekinya.   Adapun disinipenulis hanya memfokuskan tentang rejeki dalam lingkup kategori materi saja untuk menghemat pembahasan.  Sejatinya, rezeki itu ada tiga macam . 1. Rezeki yang dicari 2. Rezeki yang dijemput 3. Rezeki yang tidak disangka-sangka. Seandainya kita paham mengenai ketiga rezeki di atas, kita tidak akan khawatir mengenai u...

Pentingnya Belajar Ilmu Ushuluddin Sebagai Benteng Dalam Kehidupan

  Semakin canggih teknologi dan peradaban manusia maka semakin luas juga peluang untuk melakukan suatu perbuatan  dosa dan maksiat. Maka di era sekarang ini yang harus dimantapkan adalah perkara Aqidah sebab kalau hal yang satu ini  sampai goyah maka besar kemungkinan manusia akan cenderung terjatuh ke dalam perbuatan dosa sementara ibadah yang dilakukanya terasa hambar jauh dari nilai khusyu' wal Khudu'. Kini mulai jarang kita dengar adanya pembicaraan atau pembahasan khusus tentang Ushuluddin kecuali di pondok-pondok pesantren. Sementara pada masyarakat awam sepertinya konsep pengetahuan tentang Aqidatul Islamiyyah itu masih tipis dan minim. Semua fasilitas dalam rangka mendapatkan informasi dan pengetahuan saat ini memang sungguh sangat mendukung yang kemungkinan besar akan menjadikan setiap orang menjadi cepat pintar otaknya tapi hatinya kosong dan dungu dari bagaimana mengenal Allah SWT (ma'rifatullah). Yang melakukan sholat tentu sekali banyak namun yang mempelajari...

Fenomena Cinta Era 80-an dan 90-an dalam Pandangan Al Quran

Cinta memang suatu hal yang indah, Allah jadikan nikmat keindahannya tak habis dirasakan oleh makhluk sedunia, setiap insan tentu pernah merasakannya karena umumnya siapapun pernah merasakan bagaimana rasa itu timbul ketika kenal dengan lawan jenis, apalagi di era 80-an dan 90-an orang lebih cenderung menafsirkan cinta identik dengan sebuah kesetiaan dan ketulusan pada satu satu orang laki-laki atau satu orang gadis saja  lalu mengabaikan yang lainnya. Pada era itu jangan heran kadang bila ada seorang remaja atau pemuda memiliki satu karung kumpulan surat dari seseorang yang dia dambakan, dan anehnya surat yang di kirim tersebut tak cukup dengan sekali baca, kadang di baca sambil senyam-senyum sebelum tidur dan ketika terbangun kembali  dari tidur tak nyenyak gara-gara memikirkan sang kekasih hati. Bila kita bandingkan dengan saat ini yang di kenal dengan jaman now nilai estetik dan kesan-kesan indah itu tak lagi begitu berkesan di hati para remaja dan pemuda karena kecangg...

Keutamaan Mendirikan Sholat

Dari Ibnu Umar r.a., ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Agama Islam dibangun atas lima perkara: Bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah hamba dan utusan Allah, mendirikan shalat, membayar zakat, haji, dan shaum pada bulan Ramadhan.” (Bukhari, Muslim – At-Targhib).   x Kelima hal di atas adalah asas iman terbesar dan rukun yang terpenting. Agama Islam diibaratkan oleh Rasulullah saw. seperti sebuah kemah yang disangga oleh lima tiang. Tiang tengahnya adalah kalimat syahadat, dan empat tiang lainnya adalah tiang-tiang pendukung pada setiap penjuru kemah itu. Tanpa tiang tengah, kemah tersebut tidak akan dapat berdiri tegak. Apabila salah satu dari keempat tiang lainnya tidak ada, kemah tetap berdiri tetapi sudut yang tidak bertiang itu akan menjadi miring dan mungkin rubuh. Berdasarkan hadits di atas, marilah kita melihat diri kita sendiri, sejauh manakah kita telah menegakkan Islam ini? Benarkah kita telah menegakkan setiap tiangnya dengan sempurna?  Kel...

Ini 10 Manfaat Daun Kelor untuk Kesehatan

Maha Suci Allah yang telah menciptakan segala sesuatu tanpa ada yang sia-sia, Perlu kita ketahui bahwa daun kelor adalah tanaman dengan segudang manfaat yang berasal dari suku Moringaceae, memiliki nama latin Moringa Oleifera. Selain ukurannya yang kecil, daun kelor juga memiliki bentuk oval dan bertangkai. Tinggi pohon bisa mencapai 11 meter dengan ujung-ujung rantingnya dihiasi bunga berwarna kuning beraroma semerbak.   Dibalik bentuk daunnya yang unik, daun kelor ternyata mengandung 3 kali potasium dari pada pisang, 4 kali vitamin A dari wortel, 25 kali zat besi dari pada bayam, 7 kali vitamin C jeruk, 4 kali kalsium susu, dan 3 kali protein yoghurt.   Dengan segudang nutrisi yang dikandung, daun kelor dipercaya memiliki manfaat baik untuk kesehatan tubuh. Nah berikut ini adalah beberapa manfaat dari daun kelor.     Anti stres Bеrdаsаrkаn hаsil dаri sеbuаh реnеlitiаn dаlаm Jоurnаl оf Рhаrmаcоlоgy аnd Рhаrmаcоdynаmics, dikаtаkаn bаhwа, daun kelor mеruраkаn sаlаh sа...

The greatness of Prophet Muhammad's love for his people

One day the Angel Gabriel came to see the Messenger of Allah, the Messenger of Allah (may peace be upon him) asked.  "O Muhammad, surely today Allah Almighty is burning in the flames of hell, all the angels are terrified. They do not know what to do.  God is in you. "  The Messenger of Allah (may peace be upon him) paused for a moment and asked, "O Gabriel, Shif lii washfan naar. Tell me what the hell really is."  "O Muhammad, the hell is like seven-level hollow holes. The distance from one hole to another is 70 years of travel. The lowest hole is the hottest."  Then who is the inhabitant of the pit of hell, Gabriel? "  "The lower barn is created for hypocrites. The next barn is for idolaters, then for stars and sun worshipers."  Gabriel continues to describe the occupants of the hollowed-out hole.  Up to the pit of hell five Jews and six Christians.  Then Gabriel kept quiet for a long time.  The Messenger...

The Explanation Of Prophet Muhammad About The Signs of The Last Day

 So many signs of the coming of the Day of Resurrection are explained by Rasulullah SAW which has been written by the scholars' in their hadiths.  To know that the news about the coming of the Day of Judgment was conveyed by the Prophet Muhammad SAW 1400 years ago, why was this reported by him?  The answer is so that humans can prepare themselves in the face of a very devastating event. For Muslims, of course, so that their faith and worship will increase and for non-Muslims, they will soon be aware of and then immediately convert to Islam because the last religion blessed by Allah at the end of time is Islam and other religions after the arrival of a new religion.  the other religions become invalidated if they are analogous to currencies, the old money will be canceled (not accepted by people when used for shopping) because after the bank issues new money the old money is no longer used even though the price value  the nominal currency is the same. T...

Kondisi Ummat Akhir Zaman : Suatu Golongan yang Mencintai 5 Perkara dan Melupakan 5 Perkara

Begitu banyaknya Ramalan Rasulullah tentang akhir zaman, terjadinya berbagai huru hara dan lain lain yang tak bisa di sebutkan urutannya satu persatu, dan umumnya semua itu merupakan tanda-tanda dekatnya hari kiamat. Ada salah satu  hal yang pernah beliau sampaikan semasa beliau masih hidup dan ini bisa kita baca dalam kitab Nashoihul Ibad. Nabi Muhammad SAW bersabda: "Akan datang suatu masa kepada ummatku, dimana pada masa itu mereka mencintai lima perkara dan melupakan  lima perkara : 1. Mereka mencintai dunia dan melupakan (amal ibadah) untuk kehidupan akhirat. 2. mereka mencintai gedung yang megah dan melupakan kubur 3. Mereka mencintai harta dan lupa pada pertanggungjawabannya 4. Mereka mencintai keluarga mereka dan mereka melupakan bidadari ( calon istri yang cantik di surga) 5. Mereka mencintai diri mereka sendiri dan melupakan Allah. Mereka itu jauh dariku dan aku jauh dari mereka. Dikutip dari kitab : Nashoihul ibad Oleh Imam Ibnu Hajar Al Asqolaniy d...

United we are dying, divorced we are safe

In Indonesia, the slogan "United We Are Firm, Divorced We Collapse" has been known for a moment, but for this moment the slogan seems to be inappropriate when interpreted the word 'unity' with an association, a collaboration involving physical members.  Suitable for a while the slogan was replaced with this one "United we are dying, Divorced we are safe" this is for the mutual benefit of the dangerous covid-19 transmission.  Lock Down which is done in almost all countries is to anticipate the spread of covid-19 transmission also applies in Indonesia.  Regarding Lock Down or quarantine this indeed happened at the time of the Prophet Muhammad SAW it's just that maybe the terms are different, the Prophet SAW said:  "If you hear an epidemic hit a country. So, don't enter it. And if you are in that area, don't come out to run away from it."  (Narrated by Bukhari & Muslim)  Because safety is so important, important messages almos...

Bersatu Kita Sekarat, Bercerai Kita Selamat

Di Indonesia sudah dari tempo dulu di kenal slogan "Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh" tapi untuk momen situasi seperti ini slogan itu sepertinya kurang tepat lagi apabila di tafsirkan kata 'bersatu' itu dengan sebuah perkumpulan, kerjasama yang melibatkan anggota fisik. Cocoknya untuk sementara slogan itu di ganti saja dengan yang satu ini "Bersatu kita sekarat, Bercerai kita selamat" hal ini demi kemaslahatan bersama dari penularan covid -19 yang berbahaya itu. Lock Down yang di lakukan hampir di semua negara adalah untuk mengantisipasi merebaknya penularan covid-19 hal juga berlaku di Indonesia. Mengenai Lock Down atau karantina ini memang pernah terjadi pada masa Nabi Muhammad SAW cuma saja mungkin istilahnya yang berbeda, Nabi SAW bersabda: "Jika kalian mendengar wabah melanda suatu negeri. Maka, jangan kalian memasukinya. Dan jika kalian berada didaerah itu janganlah kalian keluar untuk lari darinya " (HR. Bukhari & Musl...

Antara Nama Qorun dan Corona , Wuhan dan Wahn

Seperti bukan suatu kebetulan nama virus corona itu mirip dengan nama Qorun  kalau di lirik dari  literaratur Bahasa Arab. Qorun yang berwatak sombong dan kikir itu hidup pada zaman nabi Musa as.  lalu sumber virus itu mulai menebar  di propinsi Wuhan yang identik dengan kata Wahn sebagaimana kita ketahui dalam sejarahnya  Qorun adalah manusia yang sombong sengan kekayaan yang melimpah ruah hingga ujung - ujungnya dia tidak mau bersedekah lalu kalau kita coba kaitkan dengan China watak corun ini seolah di warisi oleh negara tersebut semenjak mereka merasa jaya dalam segala hal yang bersifat keduniaan entah itu berupa produk  materi ataupun ilmu pengetahuan dan teknologi.  China seakan ingin unjuk gigi di mata Amerika Serikat bahkan kepada dunia bahwa mereka mampu menyaingi hampir di segala bidang kecuali bidang keagamaan mereka lemah sekali. Rupanya Allah tidak suka dengan kesombongan mereka itu termasuk penyiksaan mereka terhadap Muslim Uighur ...