Langsung ke konten utama

Pengadilan Tak Memiliki Nilai Apa- Apa Tanpa Keadilan

K.H. Zainuddin MZ (Alm.). Ulama yang merupakan da'i kondang di juluki 'Da'i Berjuta Ummat' itu pernah berkata: 
"Dimana-mana banyak pengadilan namun sulit mencari keadilan" 
Apa yang dikatakan beliau memang benar adanya.

kata adil dalam bahasa Indonesia saat ini seolah  tinggal kenangan. Bagi bangsa ini sekarang kelihatannya adil terkesan ditafsirkan hanya dengan hal mewah dalam realita kehidupan. Popularitas kata adil pada saat ini juga masih jauh berada di bawah kata android, Iphone, Caleg Partai dan lain sebagainya. Begitu pula adanya berbagai lembaga yang berkutat dalam hal putusan dan  keadilan hampir sama sekali tidak dapat memposisikan kata adil sesuai pada tempatnya, bahkan terkesan membelokkan makna adil itu sendiri kearah yang bukan pengertian dan pencerminannya dalam realitas kehidupan.

Padahal adil sendiri adalah barang murah, adil tidak perlu dibayar mahal seperti halnya kita membayar emas, perak, permata, berliandll. Kenapa demikian? Karena potensi adil selalu terkandung dalam diri tiap insan sebagai pengejawantahan sifat Allah swt yaitu ‘al-‘adlu' (Maha  Adil). Adil adalah kekayaan alami yang terkandung dalam diri setiap individu yang hanya memerlukan modal kemauan dan keberanian saja untuk menghadirkan dan menerapkannnya dalam kehidupan. 


Adil bagaikan barang tambang dalam bumi Indonesia yang telah lama tersedia, bahkan semenjak bumi pertiwi ini belum dinamai Indonesia. Kemauan adalah kunci membuka gudang keadilan. Oleh karena itu, dalam usahan merealisasikan potensi adil yang terkandung dalam diri setiap individu ini perlu mendapatkan riyadhah (latihan dan pembiasaan). Adil harus diterapkan mulai dalam lingkup kehidupan yang paling kecil dan paling bawah dari individu, keluarga, dan dari pemerintahan dari mulai tingkat RT hingga tingkat pusat. Sehingga para bapak bangsa ini benar-benar menjadikan konsep “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” sebagai salah satu dari sila Pancasila yang dijadikan sebagai Dasar Negara Kestuan Republik Indonesia.

Dengan demikian keadilan menjadi salah satu basic structure yang harus ada di Indonesia. Dengan kata lain Keadilan merupakan masalah dasar yang keberadaannya sudah merupakan barang pasti yang tidak bisa diganti dengan yang lain, dan ini bisa di sebut sebagai salah satu syarat apabila bangsa ini ingin terus berkembang dan tetap lestari. Bukankah demikian peringatan Allah kepada Nabi Daud yang tertera dalam surat as-shad ayat 26:

يَا دَاوُودُ إِنَّا جَعَلْنَاكَ خَلِيفَةً فِي الْأَرْضِ فَاحْكُمْ بَيْنَ النَّاسِ بِالْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوَىٰ فَيُضِلَّكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَضِلُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا نَسُوا يَوْمَ الْحِسَابِ.

"Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan."

Sudah jelas kiranya janji Allah dalam ayat tersebut. Bahwa keadilan adalah syarat mutlak yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin, karena keadilanlah yang akan menentukan arah keberlanjutan roda kehidupan sebuah bangsa. Demikian pentingnya keadilan hingga ada sebuah cerita tentang seorang darwis  yang dimintai pendapat tentang pemimpin yang zhalim.

 Sa'di bercerita; Alkisah, Seorang raja yang zalim berkenan memanggil seorang darwis ke istananya untuk memberi nasihat. Ketika sufi itu datang, Raja Zalim berkata, "Berikan aku nasihat. Amal apa yang paling utama untuk aku lakukan sebagai bekalku ke akhirat nanti? Sang darwis menjawab, "Amal terbaik untuk baginda adalah tidur." Raja itu keheranan, "Mengapa?" "Karena ketika tidur," jawab sufi itu, "baginda bisa berhenti menzalimi rakyat. Ketika baginda tidur, rakyat dapat beristirahat dari kezaliman."

Namun manusia adalah insan yang sering lalai dan mudah tergoda dengan berbgai bujuk rayu setan yang menyesatkan. Karena hampir dalam setiap langkah kehidupan ini kezhaliman hadir menggantikan posisi keadilan. Begitulah yang terjadi sehingga Rasulullah saw pernah bersabda:

سيأتى زمان علي امتي سلاطينهم كالاسد ووزراءهم كالذئب وقضئهم كالكلب وسائر الناس كالاغنام فكيف يعيش الغنام من الاسد والذئب والكلب ؟

Akan tiba satu waktu kepada umatku penguasanya seperti singa, para menterinya seperti serigala, dan hakim-hakimnya seperti anjing. Sementara itu umat kebanyakan bagaikan kambing. Bagaimana bisa kambing hidup diantara singa, serigala dan anjing?"

Apakah maksud penguasa seperti singa dalam konteks hadits ini? apakah pemimpin harus pemberani  maka itu memang harus tapi dalam konteks ini singa ditamsilkan dalam hadits bukan dalam hal keberanian, tapi dalam hal kerakusannya. Bila kita perhatikan, singa selalu saja memburu makanan demi kepentingan pribadi dan golongannya. Sementara serigala terkenal dengan sifat culas, gesit, dan licik, ia bisa menggunakan berbagai cara demi menghasilkan buruan walaupun dengan jalan tidak ksatria. Adapun anjing yang suka menjilat pandai sekali menyembunyikan kebuasannya, asal dapat makanan maka bisa saja musuh menjadi majikan dan majikannya menjadi musuh dibalik kejinakan dan kegalakan yang dimilikinya. Begitulah Rasulullah saw menerang keberadaan umatnya pada zaman  yang beliau sebutkan. Apakah masa atau zaman yang dimaksud oleh Beliau tersebut kini  telah tiba? seperti perkataan umum saudara-saudara kita sesama  muslim di Pulau Lombok :  'Allah ta'ala bae siq paling nenawang' dengan kata lain, Wallahu a’lamu bisshawab.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Khutbah Jum'at | Islam Mengangkat Harkat & Martabat Kaum Wanita

 الحمد لله الذى أعد للمؤمنين والمؤمنات جنات  تجرى من تحتها الانهار أحمده سبحان الله تعالى وأشكره على نعمه الغزار, وأشهد أن لااله الا الله وحده لاشريك له الملك العزيز الغفار, وأشهد أن سيدنا ونبينا محمدا عبده ورسوله المختار, اللهم صل وسلم وبارك على عبدك ورسولك محمد نور الانوار وسر الاسرار وعلى اله الأبرار واصحابه الاخيار ومن تبعهم باحسان الى يوم القرار. اما بعد.فيامعاشر المسلمين رحمكم الله أوصيكم ونفسى بتقوى الله وقد فاز المتقون واحثكم على طاعته لعلكم تفلحون Ma'asyiaral Muslimin Rahimakumullah Marilah kita bersama-sama meningkatkan ketaqwaan kepada Allah swt. diantara bukti ketaqwaan itu adalah meniti ridha orang tua. Terutama ibu sebagai wanita yang telah bersusah payah melahirkan dan membesarkan kita. bukankah ridha Allah swt tergantung pada ridhanya? Dengan kata lain menghormati orang tua merupakan salah satu artikulasi ketaqwaan seorang hamba kepada-Nya. Ma'asyiaral Muslimin Rahimakumullah Surga di bawah telapak kaki ibu, al-jannatu tahta aqdamil ummahati. Begitulah Rasulul...

Doa Tahlil atau Doa Arwah

Ada berbagai macam bentuk susunan do'a arwah. Namun penulis ingin menuliskan di sini cuma satu bentuk saja agar mudah di hafal dan di amalkan ketika di butuhkan pada acara tahlilan maupun pada saat tertentu di saat kita ingin mendo'akan keluarga, kerabat dan sahabat kita yang telah meninggal dunia. Doa tahlil atau doa arwah ini berisi permohonan agar Allah menerima semua bacaan Al-Qur’an dan zikir tahlil sebagai tambahan amal kebaikan bagi ruh/arwah orang yang meninggal yang didoakan. Doa ini juga terdiri atas permohonan ampunan dan rahmat-Nya untuk arwah ahli kubur. Inilah do'anya : اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنْ الرَّحِيْمِ. الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدَ الشَّاكِرِيْنَ حَمْدَ النَّاعِمِيْنَ حَمْدًا يُّوَافِى نِعَمَهُ وَيُكَافِىءُ مَزِيْدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ. سُبْحَانَكَ لَا نُحْصِى ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ، فَلَكَ ال...

Kisah Sahabat Nabi SAW | Sang Raja Di Surga

Di dalam suatu majelis pengajaran, tiba-tiba Rasulullah SAW bersabda, "Besok pagi akan ada seorang ahli surga yang bersembahyang bersama kamu!!" Abu Hurairah, yang meriwayatkan hadits ini, berkata dalam hati,"Aku berharap, akulah yang ditunjuk oleh beliau….!" Waktu subuh esok harinya, Abu Hurairah shalat di belakang beliau.  Ia tetap tinggal di tempatnya ketika beberapa orang pamit untuk pulang. Tiba-tiba ada seorang hamba/budak hitam berpakaian compang-camping datang mendekat dan menjabat tangan Rasulullah SAW, ia berkata, "Ya Nabiyallah, doakanlah aku semoga aku mati syahid!!" Rasulullah SAW memenuhi permintaan orang tersebut.  Sementara beliau berdoa, tercium bau kesturi dari tubuhnya yang kelihatan kumuh dan kotor.Setelah ora ng itu berlalu, Abu Hurairah bertanya, "Apakah  orang itu (yang Engkau maksud), Ya Rasulullah?" "Benar," Kata Nabi SAW, "Ia hamba sahaya dari Bani Fulan…" "Mengapa tidak engkau beli dan engkau me...