Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Ulama

Maulana Syeikh Muhammad Zainuddin Abdul Madjid | Ulama' Sekaligus Pahlawan Nasional dari Pulau Lombok

Kiprah Maulana Syeikh Muhammad Zainuddin Abdul Madjid dalam Berjuang demi tercapainya kemerdekaan Republik Indonesia  tidak bisa di pandang sebelah mata oleh masyarakat lokal, nasional bahkan Internasional Sebab beliau hidup dan dan pernah merasakan pahit dan getirnya perjuangan pada zaman penjajahan Jepang di Indonesia yang meluas sampai pulau Lombok yang terkenal dengan icon Pulau Seribu Masjid. Dalam kapasitasnya sebagai ulama' Maulana Syeikh Zainuddin Abdul Madjid hadir laksana mentari yang terbit dari ufuk timur yang bercahaya terang benderang yang menerangi kegelapan malam yang gelap gulita. Selain sebagai ulama'  beliau juga pejuang (mujahid)  di dalam memperjuangkan Indonesia, agama dan pendidikan, ini terbukti lewat didirikannya lembaga NWDI, NBDI dan YPH serta di dirikan pula organisasi Nahdlatul Wathan (NW) yang berpusat di pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Beliau berjuang mengerahkan tenaga, biaya dan pikiran melawan intimidasi penjajah Jepang  sehingga ...

IKHTIAR K.H. IMAM ZARKASYI MEMBANGUN PONDOK MODERN DARUSSALAAM , GONTOR

Jauh sebelum mendirikan lembaga pendidikan yang berpusat di Gontor dengan corak yang modern, Imam Zarkasyi bersama pendiri -pendiri pondok lainnya telah mengkaji lembaga - lembaga pendidikan yang terkenal dan maju di luar negeri, intinya yang sesuai dengan pola pondok pesantren yang modern. Ada beberapa hal yang sangat menarik dari perhatian dan minat mereka dalam mewujudkan visi pondok pesantren dengan corak yang baru (modern) itu diantaranya adalah. 1. Pernah berkunjung ke  Universitas Al Azhar, Mesir yang terkenal dengan wakaf dan kelanggengannya. Universitas Al Azhar mulanya adalah sebuah masjid sederhana namun kemudian bisa hidup dan berkembang dalam tempo ratusan tahun dan telah memiliki tanah wakaf yang mampu menyalurkan beasiswa kepada para mahasiswa dari seluruh dunia. 2. Berkunjung ke Universitas Muslim Aligarch  di universitas ini membekali para mahasiswanya dengan pengetahuan umum dan pengetahuan agama sehingga mereka mempunyai pemikiran dan wawasan yang l...

Kisah Pendiri Toriqoh Syaziliyah

Kelahiran, Nasab dan Masa Kecil Syekh Abil Hasan Asy Syadzily   Assyeikh al Imam al Quthub al Ghouts Sayyidina Asy Syarif Abul Hasan Ali asy Syadzily al Hasani bin Abdullah bin Abdul Jabbar, terlahir dari rahim sang ibu di sebuah desa bernama Ghomaroh, tidak jauh dari kota Saptah, negeri Maghrib al Aqsho atau Marokko, Afrika Utara bagian ujung paling barat, pada tahun 593 H / 1197 M. Beliau merupakan dzurriyat atau keturunan ke dua puluh dua dari junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, dengan urut-urutan sebagai berikut, asy Syekh Abil Hasan Ali asy Syadzily adalah putra dari  1. Abdullah, bin 2. Abdul Jabbar, bin 3. Tamim, bin 4. Hurmuz, bin 5. Khotim, bin 6. Qushoyyi, bin 7. Yusuf, bin 8. Yusa’, bin 9. Wardi, bin 10. Abu Baththal, bin 11. Ali, bin 12. Ahmad, bin 13. Muhammad, bin 14. ‘Isa, bin 15. Idris al Mutsanna, bin 16. Umar, bin 17. Idris, bin 18. Abdullah, bin 19. Hasan al Mutsanna, bin 20. Sayyidina Hasan, bin 21.Sayyidin...

KISAH IBNU ATHO'ILLAH ASSAKANDARI

Pengarang kitab al-Hikam yang cukup populer di negeri kita ini adalah Tajuddin, Abu al-Fadl, Ahmad bin Muhammad bin Abd al-Karim bin Atho’ al-Sakandari al-Judzami al-Maliki al-Syadzili. Ia berasal dari bangsa Arab. Nenek moyangnya berasal dari Judzam yaitu salah satu Kabilah Kahlan yang berujung pada Bani Ya’rib bin Qohton, bangsa Arab yang terkenal dengan Arab al-Aa’ribah. Kota Iskandariah merupakan kota kelahiran sufi besar ini. Suatu tempat di mana keluarganya tinggal dan kakeknya mengajar. Kendatipun namanya hingga kini demikian harum, namun kapan sufi agung ini dilahirkan tidak ada catatan yang tegas. Dengan menelisik jalan hidupnya DR. Taftazani bisa menengarai bahwa ia dilahirkan sekitar tahun 658 sampai 679 H. Ayahnya termasuk semasa dengan Syaikh Abu al-Hasan al-Syadili -pendiri Thariqah al-Syadziliyyah-sebagaimana diceritakan Ibnu Atho’ dalam kitabnya “Lathoiful Minan “ : “Ayahku bercerita kepadaku, suatu ketika aku menghadap Syaikh Abu al-Hasan al-Syadzili, lalu aku mendenga...