Langsung ke konten utama

Sebuah Cerpen | Senja Di Dermaga Tawun

 SENJA DI DERMAGA TAWUN


Di tengah kesibukanku terkadang menyelinap rasa bad mood yang tak ku inginkan,  apabila perasaan itu datang rasanya sungguh begitu tidak menyenangkan hati, serasa aku ingin pergi dan keluar ke suatu tempat yang sunyi atau ke suatu pantai  untuk sekedar menyaksikan ombak  yang paling keras bila perlu lebih keras dari ombak pantai Selat Mekaki yang menerjang dan merobohkan tanjung Umar Madi yang dulu terlihat kokoh seperti dalam kisah dunia pewayangan Sasak. Kadang disitu juga aku  ingin berteriak sekencang-kencangnya, bila perlu agar bisa terdengar sampai daratan Nusa Penida  yang sekilas pandang samar-samar terlihat mata dari kejauhan. 

Sungguh aku merasa dihatiku ini benar-benar ada gejolak yang lebih keras dari gejolak ombak dari pantai manapun di muka bumi ini. Tak ada cara yang bisa meredakannya kecuali dengan menenggelamkan diri dalam samudera zikir seraya berbisik-bisik menyebut asmaNya yang Maha Indah. Sebagaimana dilakukan Yunus semasa dalam perut ikan, sebagaimana dilakukan Ibrahim di dalam kobaran api, sebagaimana dilakukan Musa ketika dalam kejaran Fir'aun dan sebagaimana yang dilakukan sang Junjungan Alam Nabi Akhir zaman ketika mi'rajnya ke Sidratul Muntaha di lapisan langit ke tujuh untuk bertemu dengan Dia yang menciptakan segala sesuatu dari asal tiada menjadi ada. 

" Ya Allah beri aku ketenangan yang dengannya aku merasa teduh dalam bahagia, jadikan aku termasuk dalam golongan hamba-hambaMu yang sedikit." Demikian munajat singkatku padaNya.

Sore itu, aku memutuskan untuk melepas rasa penatku di Dermaga Tawun  sambil menyaksikan laut biru yang mulai terlihat keperakan oleh bias senja, pandanganku sesekali waktu tertuju pada  sunset yang baru saja menjelang dengan warnanya yang keemasan, hatiku seperti terenyuh menyaksikan fenomena alam itu sebab aku merasa mentari seakan melambai mengucap selamat tinggal  padaku yang sedang berdiri terpaku pada tiang dermaga.

Tak lama kemudian mentari itupun terbenam di ufuk barat sana, tertutup puncak-puncak bukit desa Tawun yang bagaikan pagar raksasa mengitari tepi pantai kecamatan Sekotong yang indah. Aku seperti terkesiap dari lamunanku, ketika  tiba-tiba terngiang di hatiku sebuah lirik lagu AaGym yang membahas tentang bagaimana menata hati.

"Jagalah hati jangan kau kotori
Jagalah hati lentera hidup ini
Jagalah hati jangan kau nodai
Jagalah hati cahaya ilahi
Bila hati kian bersih, berfikir pun selalu jernih
Semangat hidup akan gigih, prestasi mudah di raih
Tapi bila hati busuk, pikiran jahat merasuk
Akhlak kian terpuruk, dia jadi mahluk terkutuk
Bila hati kian suci, tak ada yang tersakiti
Pribadi menawan hati, ciri mukmin sejati
Tapi bila hati keruh, batin pun selalu gemuruh
Serasa diburu musuh, dengan Allah kian jauh
Bila hati kian lapang, hidup susah tetap senang
Walau sulit menghadang, di hadapi dengan tenang
Tapi bila hati sempit, segalanya jadi rumit
Seakan hidup terhimpit, lahir batin terasa sakit
Bila hati kian benci, tutur kata penuh caci
Perilaku tak terpuji, bisa jadi mahluk keji
Namun bila penuh sayang, hati pun akan di sayang
Hidup pun terasa lapang, hidup bersama akan senang
Bila hati penuh tawadhu', hidup indah semanis madu
Akhlak menawan qolbu, berpisah pun selalu dirindu
Tapi bila hati takabur, hatipun selalu bergembur
Merasa sehebat guntur, akhirnya masuk kubur
Bila hati penuh dendam, bagai api dalam sengkam
Penuh bara kehancuran, hidup pun jadi mengerikan
Tapi bila memaafkan, batin tentram menyejukkan
Asal lawan jadi kawan, hidup damai kita rasakan
Bila hati iri dengki, tak rela orang dapat rezeki
Tak pernah mau memuji, hanya bisa mencaci maki
Namun hati yang bersyukur, kebaikan tak pernah kendur
Apalagi kalau kita akur, negri ini akan segera makmur
Bila hati bermusuhan, kedamaian hanya impian
Ciwuh saling melumpuhkan, negeri ampuh memilukan
Namun bila hati bersatu, kekuatan kan terpadu
Kita bangkit untuk maju, bangun negeri yang kita rindu."

Begitu lumayan panjangnya lirik lagu itu, namun mampu membuatku menarik nafas lega lalu mengeluarkannya bersama dengan segala macam rasa yang kurasakan menerpa kehidupanku. Dalam hati aku berkata "terima kasih Aa, karena lewat lirik lagumu kau memberiku  pencerahan yang begitu berharga, yang dengannya aku mampu bangkit kembali dengan harapan baru, semangat baru yang bermuara dan timbul dari kejernihan hati dan pikiran, sekaligus sebuah  refresh berharga bagiku sehingga membuatku mampu lebih semangat untuk menyongsong hari esok."





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Khutbah Jum'at | Islam Mengangkat Harkat & Martabat Kaum Wanita

 الحمد لله الذى أعد للمؤمنين والمؤمنات جنات  تجرى من تحتها الانهار أحمده سبحان الله تعالى وأشكره على نعمه الغزار, وأشهد أن لااله الا الله وحده لاشريك له الملك العزيز الغفار, وأشهد أن سيدنا ونبينا محمدا عبده ورسوله المختار, اللهم صل وسلم وبارك على عبدك ورسولك محمد نور الانوار وسر الاسرار وعلى اله الأبرار واصحابه الاخيار ومن تبعهم باحسان الى يوم القرار. اما بعد.فيامعاشر المسلمين رحمكم الله أوصيكم ونفسى بتقوى الله وقد فاز المتقون واحثكم على طاعته لعلكم تفلحون Ma'asyiaral Muslimin Rahimakumullah Marilah kita bersama-sama meningkatkan ketaqwaan kepada Allah swt. diantara bukti ketaqwaan itu adalah meniti ridha orang tua. Terutama ibu sebagai wanita yang telah bersusah payah melahirkan dan membesarkan kita. bukankah ridha Allah swt tergantung pada ridhanya? Dengan kata lain menghormati orang tua merupakan salah satu artikulasi ketaqwaan seorang hamba kepada-Nya. Ma'asyiaral Muslimin Rahimakumullah Surga di bawah telapak kaki ibu, al-jannatu tahta aqdamil ummahati. Begitulah Rasulul...

Doa Tahlil atau Doa Arwah

Ada berbagai macam bentuk susunan do'a arwah. Namun penulis ingin menuliskan di sini cuma satu bentuk saja agar mudah di hafal dan di amalkan ketika di butuhkan pada acara tahlilan maupun pada saat tertentu di saat kita ingin mendo'akan keluarga, kerabat dan sahabat kita yang telah meninggal dunia. Doa tahlil atau doa arwah ini berisi permohonan agar Allah menerima semua bacaan Al-Qur’an dan zikir tahlil sebagai tambahan amal kebaikan bagi ruh/arwah orang yang meninggal yang didoakan. Doa ini juga terdiri atas permohonan ampunan dan rahmat-Nya untuk arwah ahli kubur. Inilah do'anya : اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنْ الرَّحِيْمِ. الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدَ الشَّاكِرِيْنَ حَمْدَ النَّاعِمِيْنَ حَمْدًا يُّوَافِى نِعَمَهُ وَيُكَافِىءُ مَزِيْدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ. سُبْحَانَكَ لَا نُحْصِى ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ، فَلَكَ ال...

Kisah Sahabat Nabi SAW | Sang Raja Di Surga

Di dalam suatu majelis pengajaran, tiba-tiba Rasulullah SAW bersabda, "Besok pagi akan ada seorang ahli surga yang bersembahyang bersama kamu!!" Abu Hurairah, yang meriwayatkan hadits ini, berkata dalam hati,"Aku berharap, akulah yang ditunjuk oleh beliau….!" Waktu subuh esok harinya, Abu Hurairah shalat di belakang beliau.  Ia tetap tinggal di tempatnya ketika beberapa orang pamit untuk pulang. Tiba-tiba ada seorang hamba/budak hitam berpakaian compang-camping datang mendekat dan menjabat tangan Rasulullah SAW, ia berkata, "Ya Nabiyallah, doakanlah aku semoga aku mati syahid!!" Rasulullah SAW memenuhi permintaan orang tersebut.  Sementara beliau berdoa, tercium bau kesturi dari tubuhnya yang kelihatan kumuh dan kotor.Setelah ora ng itu berlalu, Abu Hurairah bertanya, "Apakah  orang itu (yang Engkau maksud), Ya Rasulullah?" "Benar," Kata Nabi SAW, "Ia hamba sahaya dari Bani Fulan…" "Mengapa tidak engkau beli dan engkau me...