Langsung ke konten utama

Pentingnya Mencatat Ilmu

 Menulis atau mencatat suatu ilmu lebih-lebih itu adalah ilmu agama sangat penting untuk dilakukan, bayangkan saja jikalau para ulama' terdahulu tidak mencatat atau membukukan ilmu mereka menjadi suatu kitab mungkin ilmu-ilmu agama Islam tidak akan bisa sampai kepada kita sampai pada detik ini. 

Umpanya saja  Imam Sayafi'i atau para imam yang lain tidak menulis tentang dasar-dasar ilmu fiqh maka ilmu itu akan lenyap dengan sendirinya tetapi ketika di bukukan atau di tulis menjadi sebuah kitab seperti Al umm, dll. maka ilmu itu bisa kita pelajari saat ini tentunya lewat bimbingan guru-guru kita yang memang ahli di bidang itu. 

Terkait dengan masalah mencatat atau menulis ilmu maka sudah seharusnya bagi para thullab/thalibat (penuntut ilmu) untuk mencatat ilmu-ilmu yang mereka terima dari para masyaikh mereka agar tidak hilang dari ingatan.

Imam Syafi'i pernah berkata:

 قَالَ اْلإِمَامُ الشَّافِعِيُّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ”‎

العِلْمُ صَيْدٌ وَاْلكِتَابَةُ قَيْدُهُ قَيِّدْ صُيُوْدَكَ بِاْلحِبَالِ اْلوَاثِقَ فَمِنَ اْلحَمَاقَةِ أَنْ تَصِيْدَ غَزَالَة  وَ تَتْرُكُهَا بَيْنَ اْلخَلاَئِقِ طَالِقَةً‎

Ilmu bagaikan hewan buruan, dan tulisan/pena adalah ibarat tali pengikatnya. Oleh karena itu ikatlah hewan buruanmu dengan tali yang kuat, Adalah tindakan bodoh ketika berburu rusa kemudian setelah rusa itu berhasil ditangkap, kamu biarkan saja dia tanpa diikat dikeramaian.”

Dari ungkapan beliau yang mulia ini kita bisa mengambil suatu kesimpulan bahwa kapasitas otak kita terbatas dalam menghafal dan mengingat setiap ilmu yang kita pelajari karena sifat kita sebagai manusia memang sudah demikian yakni Al insaanu mahallul khata'i wannisyaan               ( Manusia adalah tempat salah dan lupa).

Tentu akan rugi sekali rasanya apabila kita sudah bertahun-tahun belajar agama namun catatan-catan ilmu kita masih jauh kurang bahkan apabila tidak ada sama sekali. Dalam artikel ini penulis tidak bermaksud mengajak agar terlalu mengandalkan catatan lalu mengabaikan hafalan justru menganjurkan agar semakin meningkatkan dan mengembangkan kemampuan tersebut agar semakin maksimal hanya saja agar kita tak lalai bahwa  salah satu fungsi menulis atau mencatat adalah agar apa yang kita hafal itu tidak hilang sebab logikanya juga tak mungkin dengan sendirinya kita hafal suatu materi ilmu kalau kita tidak melihatnya lewat sebuah tulisan atau catatan entah itu berupa kitab, buku atau tulisan kita sendiri. Maka tetaplah mencatat ilmu-ilmu agama dan ilmu yang bermanfaat itu agar bisa diwariskan juga untuk anak-anak kita di kemudian hari.


Penulis:

Abu Aulia


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Khutbah Jum'at | Islam Mengangkat Harkat & Martabat Kaum Wanita

 الحمد لله الذى أعد للمؤمنين والمؤمنات جنات  تجرى من تحتها الانهار أحمده سبحان الله تعالى وأشكره على نعمه الغزار, وأشهد أن لااله الا الله وحده لاشريك له الملك العزيز الغفار, وأشهد أن سيدنا ونبينا محمدا عبده ورسوله المختار, اللهم صل وسلم وبارك على عبدك ورسولك محمد نور الانوار وسر الاسرار وعلى اله الأبرار واصحابه الاخيار ومن تبعهم باحسان الى يوم القرار. اما بعد.فيامعاشر المسلمين رحمكم الله أوصيكم ونفسى بتقوى الله وقد فاز المتقون واحثكم على طاعته لعلكم تفلحون Ma'asyiaral Muslimin Rahimakumullah Marilah kita bersama-sama meningkatkan ketaqwaan kepada Allah swt. diantara bukti ketaqwaan itu adalah meniti ridha orang tua. Terutama ibu sebagai wanita yang telah bersusah payah melahirkan dan membesarkan kita. bukankah ridha Allah swt tergantung pada ridhanya? Dengan kata lain menghormati orang tua merupakan salah satu artikulasi ketaqwaan seorang hamba kepada-Nya. Ma'asyiaral Muslimin Rahimakumullah Surga di bawah telapak kaki ibu, al-jannatu tahta aqdamil ummahati. Begitulah Rasulul...

Doa Tahlil atau Doa Arwah

Ada berbagai macam bentuk susunan do'a arwah. Namun penulis ingin menuliskan di sini cuma satu bentuk saja agar mudah di hafal dan di amalkan ketika di butuhkan pada acara tahlilan maupun pada saat tertentu di saat kita ingin mendo'akan keluarga, kerabat dan sahabat kita yang telah meninggal dunia. Doa tahlil atau doa arwah ini berisi permohonan agar Allah menerima semua bacaan Al-Qur’an dan zikir tahlil sebagai tambahan amal kebaikan bagi ruh/arwah orang yang meninggal yang didoakan. Doa ini juga terdiri atas permohonan ampunan dan rahmat-Nya untuk arwah ahli kubur. Inilah do'anya : اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنْ الرَّحِيْمِ. الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدَ الشَّاكِرِيْنَ حَمْدَ النَّاعِمِيْنَ حَمْدًا يُّوَافِى نِعَمَهُ وَيُكَافِىءُ مَزِيْدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ. سُبْحَانَكَ لَا نُحْصِى ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ، فَلَكَ ال...

Kisah Sahabat Nabi SAW | Sang Raja Di Surga

Di dalam suatu majelis pengajaran, tiba-tiba Rasulullah SAW bersabda, "Besok pagi akan ada seorang ahli surga yang bersembahyang bersama kamu!!" Abu Hurairah, yang meriwayatkan hadits ini, berkata dalam hati,"Aku berharap, akulah yang ditunjuk oleh beliau….!" Waktu subuh esok harinya, Abu Hurairah shalat di belakang beliau.  Ia tetap tinggal di tempatnya ketika beberapa orang pamit untuk pulang. Tiba-tiba ada seorang hamba/budak hitam berpakaian compang-camping datang mendekat dan menjabat tangan Rasulullah SAW, ia berkata, "Ya Nabiyallah, doakanlah aku semoga aku mati syahid!!" Rasulullah SAW memenuhi permintaan orang tersebut.  Sementara beliau berdoa, tercium bau kesturi dari tubuhnya yang kelihatan kumuh dan kotor.Setelah ora ng itu berlalu, Abu Hurairah bertanya, "Apakah  orang itu (yang Engkau maksud), Ya Rasulullah?" "Benar," Kata Nabi SAW, "Ia hamba sahaya dari Bani Fulan…" "Mengapa tidak engkau beli dan engkau me...