Langsung ke konten utama

Fenomena Cinta Era 80-an dan 90-an dalam Pandangan Al Quran

Cinta memang suatu hal yang indah, Allah jadikan nikmat keindahannya tak habis dirasakan oleh makhluk sedunia, setiap insan tentu pernah merasakannya karena umumnya siapapun pernah merasakan bagaimana rasa itu timbul ketika kenal dengan lawan jenis, apalagi di era 80-an dan 90-an orang lebih cenderung menafsirkan cinta identik dengan sebuah kesetiaan dan ketulusan pada satu satu orang laki-laki atau satu orang gadis saja  lalu mengabaikan yang lainnya.

Pada era itu jangan heran kadang bila ada seorang remaja atau pemuda memiliki satu karung kumpulan surat dari seseorang yang dia dambakan, dan anehnya surat yang di kirim tersebut tak cukup dengan sekali baca, kadang di baca sambil senyam-senyum sebelum tidur dan ketika terbangun kembali  dari tidur tak nyenyak gara-gara memikirkan sang kekasih hati.

Bila kita bandingkan dengan saat ini yang di kenal dengan jaman now nilai estetik dan kesan-kesan indah itu tak lagi begitu berkesan di hati para remaja dan pemuda karena kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi maka pesa  cukup hanya di kirim lewat SMS, WA, Facebook, twitter, instgram dan medsos lainnya dan terkesan kurang memiliki nilai kesungguhan saat di baca oleh yang bersangkutan maka jangan heran pula sekali baca lalu sesudahnya langsung di hapus.

Tak jarang diantara pelaku cinta era 80-an dan 90-an merasakan yang namanya patah hati gara-gara di di tinggal sang kekasih hati ada pula cerita-cerita yang menyebar sampai bunuh diri, hal ini terjadi karena anggapan pribadi yang menganggap bahwa cuma si dia satu-satunya laki-laki atau wanita terbaik dan tidak ada yang lain, padahal Allah telah mentakdirkan pasangan terbaik baginya senenjak dari zaman azali.
Al Quran yang memang elastis sesuai dengan perkembangan zaman memberikan bantahan dan nasehat terhadap fenomena ini.
hal ini Allah berfirman:

" Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui”. (QS Al Baqarah : 216)

Di masa sekarang ini (zaman now) tidak menutup kemungkinan hal perasaan seperti itu bisa muncul kembali sebab yang namanya hati dan perasaan memang hal yang sulit untuk bisa  di kendalikan namun hendaknya kembalilah merenungkan arti dari fitman Allah dalam Q.S. Al Baqarah: 216 agar jangan sampai kita menyesali takdir sebab Allah tentu lebih tahu (Maha Tahu) mana yang terbaik untuk kita.


Semoga bermanfaat


Oleh: Abu Aulia



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Khutbah Jum'at | Islam Mengangkat Harkat & Martabat Kaum Wanita

 الحمد لله الذى أعد للمؤمنين والمؤمنات جنات  تجرى من تحتها الانهار أحمده سبحان الله تعالى وأشكره على نعمه الغزار, وأشهد أن لااله الا الله وحده لاشريك له الملك العزيز الغفار, وأشهد أن سيدنا ونبينا محمدا عبده ورسوله المختار, اللهم صل وسلم وبارك على عبدك ورسولك محمد نور الانوار وسر الاسرار وعلى اله الأبرار واصحابه الاخيار ومن تبعهم باحسان الى يوم القرار. اما بعد.فيامعاشر المسلمين رحمكم الله أوصيكم ونفسى بتقوى الله وقد فاز المتقون واحثكم على طاعته لعلكم تفلحون Ma'asyiaral Muslimin Rahimakumullah Marilah kita bersama-sama meningkatkan ketaqwaan kepada Allah swt. diantara bukti ketaqwaan itu adalah meniti ridha orang tua. Terutama ibu sebagai wanita yang telah bersusah payah melahirkan dan membesarkan kita. bukankah ridha Allah swt tergantung pada ridhanya? Dengan kata lain menghormati orang tua merupakan salah satu artikulasi ketaqwaan seorang hamba kepada-Nya. Ma'asyiaral Muslimin Rahimakumullah Surga di bawah telapak kaki ibu, al-jannatu tahta aqdamil ummahati. Begitulah Rasulul...

Doa Tahlil atau Doa Arwah

Ada berbagai macam bentuk susunan do'a arwah. Namun penulis ingin menuliskan di sini cuma satu bentuk saja agar mudah di hafal dan di amalkan ketika di butuhkan pada acara tahlilan maupun pada saat tertentu di saat kita ingin mendo'akan keluarga, kerabat dan sahabat kita yang telah meninggal dunia. Doa tahlil atau doa arwah ini berisi permohonan agar Allah menerima semua bacaan Al-Qur’an dan zikir tahlil sebagai tambahan amal kebaikan bagi ruh/arwah orang yang meninggal yang didoakan. Doa ini juga terdiri atas permohonan ampunan dan rahmat-Nya untuk arwah ahli kubur. Inilah do'anya : اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنْ الرَّحِيْمِ. الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدَ الشَّاكِرِيْنَ حَمْدَ النَّاعِمِيْنَ حَمْدًا يُّوَافِى نِعَمَهُ وَيُكَافِىءُ مَزِيْدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ. سُبْحَانَكَ لَا نُحْصِى ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ، فَلَكَ ال...

Kisah Sahabat Nabi SAW | Sang Raja Di Surga

Di dalam suatu majelis pengajaran, tiba-tiba Rasulullah SAW bersabda, "Besok pagi akan ada seorang ahli surga yang bersembahyang bersama kamu!!" Abu Hurairah, yang meriwayatkan hadits ini, berkata dalam hati,"Aku berharap, akulah yang ditunjuk oleh beliau….!" Waktu subuh esok harinya, Abu Hurairah shalat di belakang beliau.  Ia tetap tinggal di tempatnya ketika beberapa orang pamit untuk pulang. Tiba-tiba ada seorang hamba/budak hitam berpakaian compang-camping datang mendekat dan menjabat tangan Rasulullah SAW, ia berkata, "Ya Nabiyallah, doakanlah aku semoga aku mati syahid!!" Rasulullah SAW memenuhi permintaan orang tersebut.  Sementara beliau berdoa, tercium bau kesturi dari tubuhnya yang kelihatan kumuh dan kotor.Setelah ora ng itu berlalu, Abu Hurairah bertanya, "Apakah  orang itu (yang Engkau maksud), Ya Rasulullah?" "Benar," Kata Nabi SAW, "Ia hamba sahaya dari Bani Fulan…" "Mengapa tidak engkau beli dan engkau me...