Di Indonesia sudah dari tempo dulu di kenal slogan "Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh" tapi untuk momen situasi seperti ini slogan itu sepertinya kurang tepat lagi apabila di tafsirkan kata 'bersatu' itu dengan sebuah perkumpulan, kerjasama yang melibatkan anggota fisik. Cocoknya untuk sementara slogan itu di ganti saja dengan yang satu ini "Bersatu kita sekarat, Bercerai kita selamat" hal ini demi kemaslahatan bersama dari penularan covid -19 yang berbahaya itu.
Lock Down yang di lakukan hampir di semua negara adalah untuk mengantisipasi merebaknya penularan covid-19 hal juga berlaku di Indonesia. Mengenai Lock Down atau karantina ini memang pernah terjadi pada masa Nabi Muhammad SAW cuma saja mungkin istilahnya yang berbeda, Nabi SAW bersabda:
1.Cara menghindari penularan Covid 19 : jangan sentuh mata, hidung dan mulut, setelah pegang sesuatu. Jaga Jarak aman dimanapun berada
#BUMNUntukIndonesia
2.Jika demam/ batuk, istirahat di rumah. Pakai masker, jaga jarak 1 meter, makan makanan bergizi agar lekas pulih. Bila memburuk, hubungi 119. Covid19.go.id
3.Menjadi Pahlawan Kemanusiaan dgn sebar pesan:jaga jarak,hindari kerumunan,jgn sentuh mata,hidung,mulut,cuci tangan,perba
nyak kegiatan di rmh #BUMNUntukIndonesia
4.Agar terhindar dari penyebaran Covid19 : hindari kerumunan serta jarak orang dengan orang dimanapun berada harus lebih dari 1 meter.
5.Tetap bekerja dari rumah, menjauhi kerumunan, jaga jarak bila bertemu dengan orang lainnya adalah cara kita terhindar dari corona #BUMNUntukIndonesia.
Selain dengan cara pemberitahuan seperti ini, sebagian desa termasuk di pelosok-pelosok dusun juga para staf pemerintah mewujudkan bentuk kepedulian mereka terhadap masyarakat dengan cara menyiarkan prihal himbauan dan surat edaran terkait virus corona kepada masyarakat dengan cara keliling antar kampung menyuarakan nua menggunakan speaker TOA persis seperti trik yang di lakukan pada penyiaran film layar tancap tempo dulu.
Ketika film-film penyuluhan kesehatan dan kolosal layar tancap akan di putar malam hari, maka siang atau sore harinya pasti di publikasikan oleh penyiar lewat TOA dengan mobil keliling. hal ini memang trik jadul tapi kebih efektif mengingatkan warga masyarakat agar lebih hati-hati dan waspada dengan penularan covid-19 khususnya di daerah pedalaman seperti desa dan pelosok dusun.
Disisi lain lembaga pemeringkat global Standard & Poor's (S&P) menilai corona (covid-19) mengganggu aktivitas ekonomi jauh lebih drastis dari perkiraan sebelumnya. Buruknya aktivitas ekonomi akibat corona ini juga akan dirasakan Amerika Serikat dan Eropa.
Lock Down yang di lakukan hampir di semua negara adalah untuk mengantisipasi merebaknya penularan covid-19 hal juga berlaku di Indonesia. Mengenai Lock Down atau karantina ini memang pernah terjadi pada masa Nabi Muhammad SAW cuma saja mungkin istilahnya yang berbeda, Nabi SAW bersabda:
"Jika kalian mendengar wabah melanda suatu negeri. Maka, jangan kalian memasukinya. Dan jika kalian berada didaerah itu janganlah kalian keluar untuk lari darinya "
(HR. Bukhari & Muslim)
Karena begitu pentingnya keselamatan maka pesan-penting hampir setiap hari masuk pada inbox semua merk HP (Handphone) tujuannya adalah untuk mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada.
diantara pesan-pesan itu antara lain seperti di bawah ini:1.Cara menghindari penularan Covid 19 : jangan sentuh mata, hidung dan mulut, setelah pegang sesuatu. Jaga Jarak aman dimanapun berada
#BUMNUntukIndonesia
2.Jika demam/ batuk, istirahat di rumah. Pakai masker, jaga jarak 1 meter, makan makanan bergizi agar lekas pulih. Bila memburuk, hubungi 119. Covid19.go.id
3.Menjadi Pahlawan Kemanusiaan dgn sebar pesan:jaga jarak,hindari kerumunan,jgn sentuh mata,hidung,mulut,cuci tangan,perba
nyak kegiatan di rmh #BUMNUntukIndonesia
4.Agar terhindar dari penyebaran Covid19 : hindari kerumunan serta jarak orang dengan orang dimanapun berada harus lebih dari 1 meter.
5.Tetap bekerja dari rumah, menjauhi kerumunan, jaga jarak bila bertemu dengan orang lainnya adalah cara kita terhindar dari corona #BUMNUntukIndonesia.
Selain dengan cara pemberitahuan seperti ini, sebagian desa termasuk di pelosok-pelosok dusun juga para staf pemerintah mewujudkan bentuk kepedulian mereka terhadap masyarakat dengan cara menyiarkan prihal himbauan dan surat edaran terkait virus corona kepada masyarakat dengan cara keliling antar kampung menyuarakan nua menggunakan speaker TOA persis seperti trik yang di lakukan pada penyiaran film layar tancap tempo dulu.
Ketika film-film penyuluhan kesehatan dan kolosal layar tancap akan di putar malam hari, maka siang atau sore harinya pasti di publikasikan oleh penyiar lewat TOA dengan mobil keliling. hal ini memang trik jadul tapi kebih efektif mengingatkan warga masyarakat agar lebih hati-hati dan waspada dengan penularan covid-19 khususnya di daerah pedalaman seperti desa dan pelosok dusun.
Disisi lain lembaga pemeringkat global Standard & Poor's (S&P) menilai corona (covid-19) mengganggu aktivitas ekonomi jauh lebih drastis dari perkiraan sebelumnya. Buruknya aktivitas ekonomi akibat corona ini juga akan dirasakan Amerika Serikat dan Eropa.


Komentar
Posting Komentar