Berbicara tentang cinta maka yang terbayang di benak kita adalah kebahagiaan, keindahan, dan semua mimpi-mimpi surgawi yang tak bisa disebutkan satu persatu tapi terkadang kita lalai bahwa di balik semua itu ada perjuangan dan dalam perjuangan itu harus ada pengorbanan. Seseorang belum di katakan benar-benar cinta apabila tahapan- tahapan tersebut belum di buktikan secara nyata lewat praktek yang benar.
Sepertinya cinta itu tidak bisa di bagi mungkin bahasa sederhananya hanya bisa di golongkan dan setelah itu apabila sudah jelas golongan atau klasifikasinya masing-masing barulah enggan di bagi lagi sebab kalau masih dibagi maka akan timbul konflik yang mengakibatkan kehancuran dalam hubungan cinta itu sendiri.
Seumpama kita cinta kepada seorang gadis tapi di sisi lain kita mencintai gadis yang lain juga maka saat si gadis pertama tadi mengetahui hal itu maka akan membuat terjadinya konflik yang dengan konflik tersebut bisa jadi akan menghancurkan hubungan bersama begitulah logika sederhananya lalu rasa ketersinggungan dan kecemburuan ini bisa di rasakan dalam masing yang bersangkutan.
Contoh lain, cinta kepada orang lain melebihi daripada cinta kepada orang tua sendiri maka orang tua sendiri yang akan cemburu, tersinggung dan lain sebagainya begitulah seterusnya dalam masalah cinta pada obyek yang lain. Disini akan dibahas beberapa golongan cinta tersebut.
1. Cinta Kepada Allah
Mengenai level cinta ini adalah tataran yang paling tinggi yang harus di miliki oleh manusia sebagai seorang hamba kepada Rabb-nya dan apabila cinta dalam tataran ini di duakan maka itu di sebut syirik maka Allah cemburu maka dosa syirik adalah satu-satunya dosa yang jelas-jelas tidak di ampuni selama praktek syirik itu di lakukan dan tidak pernah mau bertaubat.
Cinta kepada Allah adalah landasan semua cinta yang ada sebab pelaku cinta yang mampu mempraktekkan jenis cinta semacam ini maka dia adalah orang yang termasuk memiliki iman yang sempurna
Rasulullah bersabda:
"Barangsiapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah dan tidak memberi karena Allah, maka sungguh telah sempurna Imannya.”
- (Hadits riwayat Abu Dawud dan At-Tirmidzi)-
2. Cinta Kepada Rasulullah SAW
Cinta kepada Rasulullah SAW adalah jenis golongan cinta yang lebih utama dari semua makhluk baik dari kalangan manusia maupun makhluk-makhluk yang lain. Cinta kepada Rasulullah SAW harus lebih utama dari cinta seorang anak kepada orang tuanya atau cinta orang tua kepada anaknya, suami kepada istrinya atau istri kepada suaminya dan lebih diutamakan pula daripada cinta kepada makhluk baik yang ada dilangit maupun di bumi
Sepertinya cinta itu tidak bisa di bagi mungkin bahasa sederhananya hanya bisa di golongkan dan setelah itu apabila sudah jelas golongan atau klasifikasinya masing-masing barulah enggan di bagi lagi sebab kalau masih dibagi maka akan timbul konflik yang mengakibatkan kehancuran dalam hubungan cinta itu sendiri.
Seumpama kita cinta kepada seorang gadis tapi di sisi lain kita mencintai gadis yang lain juga maka saat si gadis pertama tadi mengetahui hal itu maka akan membuat terjadinya konflik yang dengan konflik tersebut bisa jadi akan menghancurkan hubungan bersama begitulah logika sederhananya lalu rasa ketersinggungan dan kecemburuan ini bisa di rasakan dalam masing yang bersangkutan.
Contoh lain, cinta kepada orang lain melebihi daripada cinta kepada orang tua sendiri maka orang tua sendiri yang akan cemburu, tersinggung dan lain sebagainya begitulah seterusnya dalam masalah cinta pada obyek yang lain. Disini akan dibahas beberapa golongan cinta tersebut.
1. Cinta Kepada Allah
Mengenai level cinta ini adalah tataran yang paling tinggi yang harus di miliki oleh manusia sebagai seorang hamba kepada Rabb-nya dan apabila cinta dalam tataran ini di duakan maka itu di sebut syirik maka Allah cemburu maka dosa syirik adalah satu-satunya dosa yang jelas-jelas tidak di ampuni selama praktek syirik itu di lakukan dan tidak pernah mau bertaubat.
Cinta kepada Allah adalah landasan semua cinta yang ada sebab pelaku cinta yang mampu mempraktekkan jenis cinta semacam ini maka dia adalah orang yang termasuk memiliki iman yang sempurna
Rasulullah bersabda:
"Barangsiapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah dan tidak memberi karena Allah, maka sungguh telah sempurna Imannya.”
- (Hadits riwayat Abu Dawud dan At-Tirmidzi)-
2. Cinta Kepada Rasulullah SAW
Cinta kepada Rasulullah SAW adalah jenis golongan cinta yang lebih utama dari semua makhluk baik dari kalangan manusia maupun makhluk-makhluk yang lain. Cinta kepada Rasulullah SAW harus lebih utama dari cinta seorang anak kepada orang tuanya atau cinta orang tua kepada anaknya, suami kepada istrinya atau istri kepada suaminya dan lebih diutamakan pula daripada cinta kepada makhluk baik yang ada dilangit maupun di bumi
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
(رواه البخاري)
“Tidak sempurna iman salah seorang dari kalian sehingga menjadikan aku lebih ia cintai dari orang tuanya, anaknya dan seluruh manusia."
(H.R. Bukhari)

Komentar
Posting Komentar