Langsung ke konten utama

Benarkah Cinta Bisa Di Bagi?

Berbicara tentang cinta maka yang terbayang di benak kita adalah kebahagiaan, keindahan, dan semua mimpi-mimpi surgawi yang tak bisa disebutkan satu persatu tapi terkadang kita lalai bahwa di balik semua itu ada perjuangan dan dalam perjuangan itu harus ada  pengorbanan. Seseorang belum di katakan benar-benar cinta apabila tahapan- tahapan  tersebut belum di buktikan secara nyata lewat praktek yang benar.
Sepertinya cinta itu tidak bisa di bagi mungkin bahasa sederhananya hanya bisa di golongkan dan setelah itu apabila sudah jelas golongan atau klasifikasinya masing-masing barulah enggan di bagi lagi sebab kalau masih dibagi maka akan timbul konflik yang mengakibatkan kehancuran dalam hubungan cinta itu sendiri.

Seumpama kita cinta kepada seorang gadis tapi di sisi lain kita mencintai gadis yang lain juga maka saat si gadis pertama tadi mengetahui hal itu maka akan membuat terjadinya konflik yang dengan konflik tersebut bisa jadi akan menghancurkan hubungan bersama begitulah logika sederhananya lalu rasa ketersinggungan dan kecemburuan ini bisa di rasakan dalam masing yang bersangkutan.

 Contoh lain, cinta kepada orang lain melebihi daripada cinta kepada orang tua sendiri maka orang tua sendiri yang akan cemburu, tersinggung dan lain sebagainya  begitulah seterusnya dalam masalah cinta pada obyek yang lain. Disini akan dibahas beberapa golongan cinta tersebut.


1. Cinta Kepada Allah

Mengenai level cinta ini adalah tataran yang paling tinggi yang harus di miliki oleh manusia sebagai seorang hamba kepada Rabb-nya dan apabila cinta dalam tataran ini di duakan maka itu di sebut syirik maka Allah cemburu maka dosa syirik adalah satu-satunya dosa yang jelas-jelas tidak di ampuni selama praktek syirik itu di lakukan dan tidak pernah mau bertaubat.

Cinta kepada Allah adalah landasan semua cinta yang ada sebab pelaku cinta yang mampu mempraktekkan jenis cinta semacam ini maka dia adalah orang yang termasuk memiliki iman yang sempurna
Rasulullah bersabda:

 "Barangsiapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah dan tidak memberi karena Allah, maka sungguh telah sempurna Imannya.” 

- (Hadits riwayat Abu Dawud dan At-Tirmidzi)-

2. Cinta Kepada Rasulullah SAW

Cinta kepada Rasulullah SAW adalah jenis  golongan cinta yang lebih utama dari semua makhluk baik dari kalangan manusia maupun makhluk-makhluk yang lain. Cinta kepada Rasulullah SAW harus lebih utama dari cinta seorang anak kepada orang tuanya atau cinta orang tua kepada anaknya, suami kepada istrinya atau istri kepada suaminya dan lebih diutamakan pula daripada cinta kepada makhluk baik yang ada dilangit maupun di bumi

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda:
لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
 (رواه البخاري)
“Tidak sempurna iman salah seorang dari kalian sehingga menjadikan aku lebih ia cintai dari orang tuanya, anaknya dan seluruh manusia."
(H.R. Bukhari)








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Khutbah Jum'at | Islam Mengangkat Harkat & Martabat Kaum Wanita

 الحمد لله الذى أعد للمؤمنين والمؤمنات جنات  تجرى من تحتها الانهار أحمده سبحان الله تعالى وأشكره على نعمه الغزار, وأشهد أن لااله الا الله وحده لاشريك له الملك العزيز الغفار, وأشهد أن سيدنا ونبينا محمدا عبده ورسوله المختار, اللهم صل وسلم وبارك على عبدك ورسولك محمد نور الانوار وسر الاسرار وعلى اله الأبرار واصحابه الاخيار ومن تبعهم باحسان الى يوم القرار. اما بعد.فيامعاشر المسلمين رحمكم الله أوصيكم ونفسى بتقوى الله وقد فاز المتقون واحثكم على طاعته لعلكم تفلحون Ma'asyiaral Muslimin Rahimakumullah Marilah kita bersama-sama meningkatkan ketaqwaan kepada Allah swt. diantara bukti ketaqwaan itu adalah meniti ridha orang tua. Terutama ibu sebagai wanita yang telah bersusah payah melahirkan dan membesarkan kita. bukankah ridha Allah swt tergantung pada ridhanya? Dengan kata lain menghormati orang tua merupakan salah satu artikulasi ketaqwaan seorang hamba kepada-Nya. Ma'asyiaral Muslimin Rahimakumullah Surga di bawah telapak kaki ibu, al-jannatu tahta aqdamil ummahati. Begitulah Rasulul...

Doa Tahlil atau Doa Arwah

Ada berbagai macam bentuk susunan do'a arwah. Namun penulis ingin menuliskan di sini cuma satu bentuk saja agar mudah di hafal dan di amalkan ketika di butuhkan pada acara tahlilan maupun pada saat tertentu di saat kita ingin mendo'akan keluarga, kerabat dan sahabat kita yang telah meninggal dunia. Doa tahlil atau doa arwah ini berisi permohonan agar Allah menerima semua bacaan Al-Qur’an dan zikir tahlil sebagai tambahan amal kebaikan bagi ruh/arwah orang yang meninggal yang didoakan. Doa ini juga terdiri atas permohonan ampunan dan rahmat-Nya untuk arwah ahli kubur. Inilah do'anya : اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنْ الرَّحِيْمِ. الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدَ الشَّاكِرِيْنَ حَمْدَ النَّاعِمِيْنَ حَمْدًا يُّوَافِى نِعَمَهُ وَيُكَافِىءُ مَزِيْدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ. سُبْحَانَكَ لَا نُحْصِى ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ، فَلَكَ ال...

Kisah Sahabat Nabi SAW | Sang Raja Di Surga

Di dalam suatu majelis pengajaran, tiba-tiba Rasulullah SAW bersabda, "Besok pagi akan ada seorang ahli surga yang bersembahyang bersama kamu!!" Abu Hurairah, yang meriwayatkan hadits ini, berkata dalam hati,"Aku berharap, akulah yang ditunjuk oleh beliau….!" Waktu subuh esok harinya, Abu Hurairah shalat di belakang beliau.  Ia tetap tinggal di tempatnya ketika beberapa orang pamit untuk pulang. Tiba-tiba ada seorang hamba/budak hitam berpakaian compang-camping datang mendekat dan menjabat tangan Rasulullah SAW, ia berkata, "Ya Nabiyallah, doakanlah aku semoga aku mati syahid!!" Rasulullah SAW memenuhi permintaan orang tersebut.  Sementara beliau berdoa, tercium bau kesturi dari tubuhnya yang kelihatan kumuh dan kotor.Setelah ora ng itu berlalu, Abu Hurairah bertanya, "Apakah  orang itu (yang Engkau maksud), Ya Rasulullah?" "Benar," Kata Nabi SAW, "Ia hamba sahaya dari Bani Fulan…" "Mengapa tidak engkau beli dan engkau me...