Langsung ke konten utama

Jauh Sebelum Mewabahnya Virus Corona, China Sudah Merancang Matahari Buatan. Tidakkah ini bermaksud menyaingi Tuhan?



Terjadinya fenomena virus corona (covid-19) yang menggemparkan dunia merupakan suatu bentuk nyata bagi kita ketika Allah menampilkan kebesaranNya. Bayangkan, hanya bermula dengan sebuah virus yang tak terlihat oleh mata telanjang tapi mampu menjadi pembunuh yang begitu ganas dan meresahkan dunia. Virus ini mulai merebak di daerah China yang di kenal dengan Negeri Tirai Bambu. Dimana China merupakan salah satu negara berkembang yang yang perkembangannya melaju cepat dan ingin menyaingi Amerika Serikat dalam semua bidang. Kemajuan yang yang diraih China ternyata menjadikannya semakin merasa di atas angin serta bersikap arogan sampai- sampai akhir-ini China kini di kabarkan China sedang mengembangkan proyek pembangunan matahari buatan yang di perkirakan proyek tersebut akan segera tuntas dan segera di operasikan menjelang tahun ini. Sebuah media online menyatakan bahwa tindakan China itu seakan ingin menyaingi Tuhan, benarkah demikian?


Yang kita tahu China adalah  salah satu negara yang berfaham komunis jadi  besar kemungkinan kabar ini bukanlah  kabar hoax. Seiring dengan berkembang pesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang mereka miliki  maka dampaknya adalah timbulnya rasa dan keinginan untuk unjuk gigi  di mata dunia . Munculnya virus corona yang pertamakali melnda Wuhan mengingatkan kita bahwa sebagai orang beriman kita tentu  meyakini bahwa jikalau Allah menurunkan suatu bencana pada orang orang beriman yang berbuat dosa bisa jadi itu adalah teguran atau peringatan tetapi apabila Allah menurunkan suatu musibah atau bencana kepada orang-orang kafir atau orang-orang tak mengakui adanya Tuhan maka sudah jelas itu adalah adzab atau siksaan dariNya. Lantas jikalau memang itu adzab  mungkin akan ada pertanyaan di hati kita " kenapa ada juga yang terkena oleh virus tersebut padahal yang terkena adalah sorang-orang beriman yang ada di china dan bahkan berada di belahan dunia yang berbeda yang jauh dari China?” Untuk menjawab pertanyaan ini kita di teringat firman Allah SWT dalam Q S. Al Anfal ayat 25 SWT berfirman:

Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.”
(Qs. al-Anfaal [8]: 25).


Seorang Mahasiswa Al Azhar menulis di situs hidayatullah.com bahwa Mantan Sekretaris Negara AS Henry Kissinger baru-baru ini mengatakan, China telah ‘menang’ atas Amerika.
“Fantasi AS untuk mendominasi China sangat tidak realistis.” China telah menang. Oleh karena itu, Amerika yang dulunya memiliki keunikan dan kekuatan terbesar, sudah harus menerima kenyataan dan terbiasa dengan fakta bahwa mereka sekarang memiliki pesaing dengan kekuatan yang mungkin lebih dominan. Persaingan itu abadi,” kata Henry Kisinger.
Berbagai perusahaan milik negara China mengoperasikan setidaknya 29 pelabuhan di 15 negara. Bahkan melalui  kekuatan lunak (soft power), China bahkan mempengaruhi dunia Arab dan Timur Tengah.
Seperti halnya Paman Sam, negara ini dengan angkuh mengabaikan tekanan dunia atas penindasannya pada Muslim Uighur.
Tapi yang mengejutkan, tiba-tiba sebuah virus, turun di Wuhan, merebak dengan  cepat membuat orang-orang berjatuhan. China mengunci puluhan kota, transportasi dihentikan, bandara ditutup. Ribuan orang antre di rumah sakit berharap mendapatkan obat. Sementara video yang beredar, orang-orang berjatuhan di jalanan, yang oleh media Barat wilayah itu bak ‘kota zombie’.
Hanya sebuah virus, yang  bentuknya hanya bisa ditilik menggunakan mikroskop elektron yang lebih canggih daripada mikroskop cahaya. Saking kecilnya. Tapi bayangkan, virus bisa meneror negara besar yang kini seolah bertekuk lutut di muka dunia.
Wabah virus dan kedigdayaan China ini,  mengingatkan kita tentang sejarah Kaum Firaun sang pembangkang, dan Abrahah Sang Pasukan Bergajah.


Kurang membangkang apa lagi Kaum Firaun kepada Nabi Musa. Mereka yang di akhir ocehannya mengatakan, “Bukti apapun yang kau bawa untuk menyihir kami, kami tidak akan pernah beriman kepadamu.” (QS: Al-A’raf : 132)
Kaum ini mendapat serangan hanya dari belalang dan kutu (QS Al-A’raf : 133), setelah sebelumnya memohon pertolongan dari adzab angin topan kepada Nabi Musa, lalu membangkang lagi.
Mereka akhirnya meminta doa Nabi Musa kembali, lalu membangkang yang kesekian kali, hingga akhirnya binasa oleh gulungan ombak laut merah. (Tafsir At-Thabari)
Pasukan Abrahah tidak kalah tragis. Mereka sengaja membariskan gajah sebagai simbol kekuatan. Tapi sebelum menginjak ka’bah sebagai sasarannya, mereka lumat hanya oleh pasukan burung. (QS. Al-Fiil : 1-5)
Belalang, kutu, burung, hewan-hewan  adalah peringatan dari Allah untuk kaum berikutnya yang berani jumawa.
Yang dipakai di dalam Al-Qur’an memang nama belalang, kutu, dan burung. Tapi setelah manusia memukan virus, Allah Maha Berkuasa untuk memakai makhluk-Nya yang lebih kecil sebagai gambaran betapa hebatnya dan kuatnya adzab Allah, sementara sekaligus menunjukkan betapa lemahnya manusia.
Sekarang, di depan mata dipertonkan pada kita semua, China –yang raksasa Asia paling ditakuti—itu galau hanya karena sebuah hewan kecil ciptaan Allah. Mungkin ini pelajaran bagi manusia, bahwa senagian orang kadang merasa perlu bukti nyata akan adanya Allah maka lewat  makhluk kecil ciptaanNya berupa virus corona menggugah hati merekauntuk percaya bahwa Allah itu ada dan adzab atau  siksaan dunia akhirat itu ada dan terbukti sebab secanggih apapun kemampuan teknologi manusia maka tak akan pernah bisa menciptakan makhluk bernyawa sekecil virus dan mungkin yang di bisa oleh manusia hanya mengembangkan dan memperbanyaknya istilah mungkin peternakan virus. Jadi tak ada lagi alasan meremehkan Allah dan merasa aman dari bala tentara-Nya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Khutbah Jum'at | Islam Mengangkat Harkat & Martabat Kaum Wanita

 الحمد لله الذى أعد للمؤمنين والمؤمنات جنات  تجرى من تحتها الانهار أحمده سبحان الله تعالى وأشكره على نعمه الغزار, وأشهد أن لااله الا الله وحده لاشريك له الملك العزيز الغفار, وأشهد أن سيدنا ونبينا محمدا عبده ورسوله المختار, اللهم صل وسلم وبارك على عبدك ورسولك محمد نور الانوار وسر الاسرار وعلى اله الأبرار واصحابه الاخيار ومن تبعهم باحسان الى يوم القرار. اما بعد.فيامعاشر المسلمين رحمكم الله أوصيكم ونفسى بتقوى الله وقد فاز المتقون واحثكم على طاعته لعلكم تفلحون Ma'asyiaral Muslimin Rahimakumullah Marilah kita bersama-sama meningkatkan ketaqwaan kepada Allah swt. diantara bukti ketaqwaan itu adalah meniti ridha orang tua. Terutama ibu sebagai wanita yang telah bersusah payah melahirkan dan membesarkan kita. bukankah ridha Allah swt tergantung pada ridhanya? Dengan kata lain menghormati orang tua merupakan salah satu artikulasi ketaqwaan seorang hamba kepada-Nya. Ma'asyiaral Muslimin Rahimakumullah Surga di bawah telapak kaki ibu, al-jannatu tahta aqdamil ummahati. Begitulah Rasulul...

Doa Tahlil atau Doa Arwah

Ada berbagai macam bentuk susunan do'a arwah. Namun penulis ingin menuliskan di sini cuma satu bentuk saja agar mudah di hafal dan di amalkan ketika di butuhkan pada acara tahlilan maupun pada saat tertentu di saat kita ingin mendo'akan keluarga, kerabat dan sahabat kita yang telah meninggal dunia. Doa tahlil atau doa arwah ini berisi permohonan agar Allah menerima semua bacaan Al-Qur’an dan zikir tahlil sebagai tambahan amal kebaikan bagi ruh/arwah orang yang meninggal yang didoakan. Doa ini juga terdiri atas permohonan ampunan dan rahmat-Nya untuk arwah ahli kubur. Inilah do'anya : اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنْ الرَّحِيْمِ. الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدَ الشَّاكِرِيْنَ حَمْدَ النَّاعِمِيْنَ حَمْدًا يُّوَافِى نِعَمَهُ وَيُكَافِىءُ مَزِيْدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ. سُبْحَانَكَ لَا نُحْصِى ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ، فَلَكَ ال...

Kisah Sahabat Nabi SAW | Sang Raja Di Surga

Di dalam suatu majelis pengajaran, tiba-tiba Rasulullah SAW bersabda, "Besok pagi akan ada seorang ahli surga yang bersembahyang bersama kamu!!" Abu Hurairah, yang meriwayatkan hadits ini, berkata dalam hati,"Aku berharap, akulah yang ditunjuk oleh beliau….!" Waktu subuh esok harinya, Abu Hurairah shalat di belakang beliau.  Ia tetap tinggal di tempatnya ketika beberapa orang pamit untuk pulang. Tiba-tiba ada seorang hamba/budak hitam berpakaian compang-camping datang mendekat dan menjabat tangan Rasulullah SAW, ia berkata, "Ya Nabiyallah, doakanlah aku semoga aku mati syahid!!" Rasulullah SAW memenuhi permintaan orang tersebut.  Sementara beliau berdoa, tercium bau kesturi dari tubuhnya yang kelihatan kumuh dan kotor.Setelah ora ng itu berlalu, Abu Hurairah bertanya, "Apakah  orang itu (yang Engkau maksud), Ya Rasulullah?" "Benar," Kata Nabi SAW, "Ia hamba sahaya dari Bani Fulan…" "Mengapa tidak engkau beli dan engkau me...