Langsung ke konten utama

Postingan

Anak Anak Pembawa Hidayah

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasih tetapi AlIah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendakinNya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk” (QS. Al-Qoshosh: 56) Pembaca yang budiman berikut ini, akan kami kisahkan beberapa kisah yangangat berkesan. Kami tuturkan dengan tujuan agar kita bisa mengambil pelajaran serta nasihat dan manfaatnya. Sungguh, setiap muslim tidak boleh meremehkan suatu kebaikan walaupun ringan, karena bisa jadi sebuah kalimat jujur yang dikeluarkan dari lubuk hati yang paling dalam, sekalipun remeh ternyata bisa menjadi sebab hidayah seseorang dan memindahkannya dari jalan keburukan menu jalan kebaikan. lngatlah sebuah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: “Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.’ (QS. Yusuf:111) Sekarang kita mulai kisahnya. Kisah (1) B apak Yang Sesungguhnya Masuklah seorang ayah ke...

Bagaimana Islam Mengatasi Perbuatan Selingkuh?

Seiring masih adanya hawa nafsu maka tidak akan bisa menutup kemungkinan tidak  terjadinya perselingkuhan diantara manusia yang mempunyai iman yang lemah dan tidak bisa menahan diri dari salah satu perbuatan dosa besar yang bernama zina dan perselingkuhan. Lalu apa saja akibat yang akan dialami apabila  itu terjadi? Tentu sekali akan banyak akibat yang di timbulkan dan tak bisa di sebutkan satu persatu dalam tulisan ini, Namun secara garis besarnya perbuatan zina dan perselingkuhan itu  akan mempunyai dua akibat pertama akibat di dunia dan kedua akibat di akhirat setelah itu adalah dampak dari  sisi sosial dan kesehatan. 1. Akibat di Dunia: Cara penebusan dosa zina dengan selingkuhan adalah berat yaitu dilempari batu sampai mati ,  Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: خُذُوْا عَنِّي خُذُوْا عَنِّي قَدْ جَعَلَ اللهُ لَهُنَّ سَبِيْلاً اَلْبِكْرُ بِالْبِكْرِ جَلْدُ مِائَةٍ وَنَفْيُ سَنَةٍ وَالثَّيِّبُ بِالثَّيِّبِ جَلْدُ مِائَةٍ وَالرَّجْمُ. أخرجه م...

Menanggapi Berita Dukhon di Bulan Ramadhan 1441 H./2020 M.

Sep ertinya sudah  tak asing lagi kabar yang kita saksikan di beberapa tayangan youtube dan kita baca pula  di medsos tentang akan terjadinya "dukhan" yakni  sebagai pertanda datangnya hari kiamat  yang di isukan akan terjadi pada hari jum'at di  pertengahan  bulan Ramadhan tahun ini +1441 H). atau bertepatan dengan tahun 2020 M. Kabar ini sempat  membuat netizen panik dan cemas lalu timbul  perasaan resah  resah dan gelisah. Maka dalam hal kaitannya dengan hal ini  para ulama' memberikan jawaban secara bervariasi dalam menyikapi  ada sebagian yang menyatakan bahwa hadits tentang itu adalah hadits dhaif, ada yang mengatakan itu adalah hal yang gaib yang tidak seorangpun tahu dan kalaupun terjadi setidaknya kita sudah mempersiapkan amal ibadah kita dari mulai detik ini.  Terkait problema ini kami akan cantumkan bebeapa penjelasan yang ada dalam  Al Qur’an salah satunya adalah Surat An Nazi’at ayat 42-45 sebagai berikut. ...

Tiga Hal Yang Harus Dihindari

Khotbah Jum'at الحمد لله أحمده وسبحانه وتعالى على نعمه الغزار, أشكره على قسمه المدرار, . أشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له. واشهد ان سيدنا محمدا عبده و رسوله النبي المختار. اللهم صل على سيدنا محمد وعلى أله الأطهار وأصحابه الأخيار وسلم تسليما كثيرا. أما بعد فياأيها الناس اتقوالله حق تقاته ولاتموتن الا وأنتم مسلمون. Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah yang Maha Agung shalawat dan salam terhaturkan kepada Rasulullah manusia paling sempurna di jagat alam. Pada hari kesempatan yang istimewa ini marilah kita bersama-sama meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah swt. Karena ketaqwaanlah yang akan membawa kita pada keselamatan. Khutbah kali ini ingin menyampaikan satu hadits Rasulullah saw yang jika diperhatikan secara seksama memberikan ajaran kepada seorang muslim agar tidak terjerumus dalam kerugian. Hadits itu berbunyi: رُوِىَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: مَنْ أَصْبَحَ وَهُوَ يَشْكُو ضَيْقَ الْمَعَاشِ فَكَاَنَّمَا يَشْكُو رَبَّهُ وَمَنْ أَ...

Tingkatan Ulama' Penyusun Hizib dan Ratib

Mengamalkan doa-doa, Hizib, Ratib dan memakai azimat pada dasarnya tidak lepas dari ikhtiar atau usaha seorang hamba yang dilakukan dalam bentuk doa kepada Allah SWT. Jadi sebenarnya, membaca hizib, dan memakai azimat, tidak lebih sebagai salah satu bentuk doa kepada Allah SWT. Dan Allah SWT sangat menganjurkan seorang hamba untuk berdoa kepada-Nya. Allah SWT berfirman: اُدْعُوْنِيْ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ‘ Berdoalah kamu kepadaKu, niscya Aku akan mengabulkannya untukmu.  (QS Al-Mu’min: 60) Gambar Maulana Syeikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid Al Fansury Al Amfanany Pendiri Lembaga Organisasi  Nahdlatul Wathan (NW) sekaligus Pendiri Ma had Nahdlatul Wathan & Nahdlatul Banat Pancor Lombok Timur. Ada  beberapa dalil dari hadits Nabi yang menjelaskan kebolehan ini. Di antaranya adalah: عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ الأشْجَعِي، قَالَ:” كُنَّا نَرْقِيْ فِيْ الجَاهِلِيَّةِ، فَقُلْنَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ كَيْفَ تَرَى فِي ذَلِكَ؟ فَقَالَ: اعْرِضُوْا عَلَيّ  رُقَاكُمْ، لَا بَ...

Fenomena Cinta Era 80-an dan 90-an dalam Pandangan Al Quran

Cinta memang suatu hal yang indah, Allah jadikan nikmat keindahannya tak habis dirasakan oleh makhluk sedunia, setiap insan tentu pernah merasakannya karena umumnya siapapun pernah merasakan bagaimana rasa itu timbul ketika kenal dengan lawan jenis, apalagi di era 80-an dan 90-an orang lebih cenderung menafsirkan cinta identik dengan sebuah kesetiaan dan ketulusan pada satu satu orang laki-laki atau satu orang gadis saja  lalu mengabaikan yang lainnya. Pada era itu jangan heran kadang bila ada seorang remaja atau pemuda memiliki satu karung kumpulan surat dari seseorang yang dia dambakan, dan anehnya surat yang di kirim tersebut tak cukup dengan sekali baca, kadang di baca sambil senyam-senyum sebelum tidur dan ketika terbangun kembali  dari tidur tak nyenyak gara-gara memikirkan sang kekasih hati. Bila kita bandingkan dengan saat ini yang di kenal dengan jaman now nilai estetik dan kesan-kesan indah itu tak lagi begitu berkesan di hati para remaja dan pemuda karena kecangg...

Keutamaan Mendirikan Sholat

Dari Ibnu Umar r.a., ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Agama Islam dibangun atas lima perkara: Bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah hamba dan utusan Allah, mendirikan shalat, membayar zakat, haji, dan shaum pada bulan Ramadhan.” (Bukhari, Muslim – At-Targhib).   x Kelima hal di atas adalah asas iman terbesar dan rukun yang terpenting. Agama Islam diibaratkan oleh Rasulullah saw. seperti sebuah kemah yang disangga oleh lima tiang. Tiang tengahnya adalah kalimat syahadat, dan empat tiang lainnya adalah tiang-tiang pendukung pada setiap penjuru kemah itu. Tanpa tiang tengah, kemah tersebut tidak akan dapat berdiri tegak. Apabila salah satu dari keempat tiang lainnya tidak ada, kemah tetap berdiri tetapi sudut yang tidak bertiang itu akan menjadi miring dan mungkin rubuh. Berdasarkan hadits di atas, marilah kita melihat diri kita sendiri, sejauh manakah kita telah menegakkan Islam ini? Benarkah kita telah menegakkan setiap tiangnya dengan sempurna?  Kel...